
Sampang, Jawa Timur (ANGKAT BERITA) – Seorang remaja putri berinisial Bunga (14), warga Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kini harus menghadapi dampak psikologis yang berat setelah diduga mengalami peristiwa penyekapan dan pemerkosaan.
Bunga, yang sebelumnya dikenal ceria, kini berubah menjadi pendiam dan lebih tertutup, bahkan kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Trauma mendalam ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-harinya.
Diberitakan sebelumnya, Bunga ditemukan di sebuah masjid di Kabupaten Pamekasan setelah dilaporkan hilang oleh ibunya ke Polsek Omben. Dari penuturan Bunga, ia dibawa oleh dua orang laki-laki berinisial MZ dan L yang menyekap dan memperkosanya di sebuah rumah di Kecamatan Karang Penang, dan akhirnya meninggalkannya di masjid tersebut.
Peristiwa tragis tersebut telah dilaporkan ke Polres Sampang dengan nomor LP/B/213/X/2024/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 26 Oktober 2024.
Bunga tinggal bersama ibu dan adik bayinya setelah kedua orang tuanya bercerai. Pasca perceraiannya, sang ayah tidak lagi tinggal bersama mereka. Kondisi ini membuat Bunga semakin dekat dengan ibunya, yang kini menjadi satu-satunya sosok dewasa tempatnya bergantung. Dampak psikologis dari kejadian ini sangat dirasakan oleh keluarganya, terutama ibunya yang mencemaskan kondisi mental Bunga.
Pada Jumat (09/11/24), didampingi sang ibu dan sang paman, Bunga akhirnya menemui sejumlah wartawan yang ingin mengonfirmasi kejadian tersebut. Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk tanggapan atas perhatian publik yang mulai tertuju pada kasus yang menimpa remaja ini. Namun, dari pertemuan tersebut, terlihat jelas bahwa Bunga masih mengalami trauma. Ia tampak kesulitan berkomunikasi, bahkan cenderung tertutup dan menghindari kontak mata.
Ibunya mengungkapkan bahwa Bunga butuh waktu untuk memulihkan diri dari pengalaman buruk yang dialaminya. Menurut sang ibu, Bunga tidak lagi memiliki keceriaan yang dulu biasa ia tunjukkan, dan kini lebih banyak mengurung diri di rumah. “Anak saya masih syok, susah bicara, dan sering terlihat melamun,” ujar ibunya dengan nada sedih.
Keluarga berharap kasus ini mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Mereka meminta agar pelaku diusut tuntas dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Selain demi rasa keadilan, keluarga juga berharap agar kejadian serupa tidak menimpa anak-anak lain. Ibunya berharap, penegakan hukum yang tegas dapat memberikan rasa aman bagi putrinya dan masyarakat luas.
“Kami berharap ada dukungan dari pihak terkait untuk membantu anak kami pulih dari trauma. Ini bukan hanya soal keadilan, tetapi juga soal pemulihan mental anak kami yang sangat terpengaruh,” tambah sang ibu.
Sebelumnya, Humas Polres Sampang, Dedy Dely, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Masih lidik pelaku. Jika rekan-rekan ada informasi terkait kasus ini, silakan menginformasikan kepada kami,” ujar Dedy singkat.
Kasus dugaan penyekapan dan pemerkosaan yang menimpa Bunga menjadi perhatian masyarakat setempat. Banyak yang berharap agar aparat kepolisian bergerak cepat dan memberikan kepastian hukum. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan dan intimidasi.
;;;;;;;







Komentar