
FotoSampang (ANGKAT BERITA) – Pembangunan Ruang Laboratorium Komputer SMPS Darul Ulum 1 di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, menjadi perbincangan hangat setelah kondisi proyek di lapangan menunjukkan progres yang jauh dari harapan, proyek senilai Rp 468.480.000,00 ini baru mencapai tahap pengerjaan di bawah 50% pada Rabu (11/12/2024)
Padahal akhir tahun sudah didepan mata, tinggal menghitung hari, namun proyek tersebut masih jauh dari kata rampung.
Pantauan langsung di lokasi semakin memicu kekhawatiran, salah satu elemen vital, yaitu kuda-kuda atap baja ringan, hingga saat ini belum terpasang.
Lebih mengejutkan lagi, material baja ringan yang sudah terlihat di lokasi tampak tipis dan diragukan kualitasnya, masyarakat khawatir, jika pemasangan dilakukan tanpa perbaikan material, konstruksi tersebut tidak akan bertahan lama dan justru membahayakan murid serta staf sekolah di masa mendatang.

“Sangat disayangkan, proyek pendidikan seperti ini seharusnya diprioritaskan kualitasnya, bukan malah terkesan asal-asalan, kami menduga ada permainan untuk menekan biaya demi keuntungan pelaksana proyek,” ungkap Ulul, Ketua Investigasi Garuda 08.
Proyek yang digarap oleh CV Karya Anugrah Samudra ini semakin menjadi sorotan setelah sejumlah pekerja di lapangan mengeluhkan beratnya pekerjaan yang tidak sesuai dengan target waktu. “Kami pesimis proyek ini akan selesai tepat waktu,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, pelaksana proyek, Harso dan Supri, tetap berjanji bahwa pengerjaan akan rampung sesuai kontrak. “Kami optimis bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” klaim mereka. Namun, janji ini tidak cukup untuk meredam keresahan publik, terutama setelah fakta-fakta lapangan menunjukkan ketidaksesuaian.
Ulul mendesak agar Komisi IV DPRD Sampang segera turun tangan meninjau lokasi. “Jika memang ditemukan pelanggaran serius, maka kontrak harus diputus. Jangan sampai uang rakyat habis untuk pekerjaan yang tidak berkualitas,” tegasnya.
Masyarakat berharap pengawasan lebih ketat dilakukan oleh pihak terkait agar proyek ini tidak berujung pada kekecewaan, terlebih fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendukung proses belajar-mengajar. Kini, bola panas ada di tangan Komisi IV DPRD dan Dinas Pendidikan Sampang, apakah mereka akan bertindak tegas atau justru membiarkan permasalahan ini berlarut-larut.;;;;;;;







Komentar