
Sampang ( ANGKAT BERITA) -Dua proyek pendidikan di Kabupaten Sampang kini menjadi sorotan publik karena pelaksanaannya yang jauh dari harapan.
Proyek pembangunan Ruang Laboratorium Komputer SMPS Darul Ulum 1 di Kecamatan Camplong dengan anggaran Rp 468 juta, serta rehabilitasi ruang kelas di SDN Panggung 2 yang menelan biaya Rp 200 juta, sama-sama menunjukkan progres yang lambat dan kualitas yang diragukan.
Kedua proyek tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi yang telah direncanakan. Dugaan penggunaan bahan bangunan berkualitas rendah, pekerjaan yang tertunda hingga di bawah 50%, serta indikasi ketidakpatuhan terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) semakin menguatkan kecurigaan adanya pelanggaran serius.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa fasilitas yang diharapkan dapat menunjang pendidikan justru akan menjadi beban di masa depan.
Masyarakat semakin mendesak Komisi IV DPRD Sampang untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan inspeksi dan memastikan proyek tersebut sesuai dengan aturan.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil Dinas Pendidikan dan pengawas proyek pada Kamis lalu untuk memberikan peringatan keras agar tidak bermain-main dengan proyek fisik.
“Kami telah mewarning bahwa pencairan dana tidak akan dilakukan jika proyek tidak sesuai spesifikasi,” tegas Mahfud.
Mahfud menyampaikan bahwa dirinya masih ada tugas di jakarta, namun Ia juga telah meminta kepada Wakil Ketua Komisi IV untuk terus mengawal proses ini dan bersiap melakukan inspeksi ke lokasi jika ditemukan indikasi pelanggaran lebih lanjut. Minggu (15/12/24)
Kini, publik berharap langkah tegas dari DPRD Komisi IV untuk mengawal proyek-proyek pendidikan ini hingga selesai dengan kualitas yang memadai, demi menghindari pemborosan anggaran dan memastikan fasilitas yang aman dan layak bagi para siswa.
;;;;;;;







Komentar