Dua Proyek Pendidikan di Sampang bermasalah Masyarakat Desak Sidak dari DPRD Komisi IV

- Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024 - 20:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang ( ANGKAT BERITA) -Dua proyek pendidikan di Kabupaten Sampang kini menjadi sorotan publik karena pelaksanaannya yang jauh dari harapan.

Proyek pembangunan Ruang Laboratorium Komputer SMPS Darul Ulum 1 di Kecamatan Camplong dengan anggaran Rp 468 juta, serta rehabilitasi ruang kelas di SDN Panggung 2 yang menelan biaya Rp 200 juta, sama-sama menunjukkan progres yang lambat dan kualitas yang diragukan.

Kedua proyek tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi yang telah direncanakan. Dugaan penggunaan bahan bangunan berkualitas rendah, pekerjaan yang tertunda hingga di bawah 50%, serta indikasi ketidakpatuhan terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) semakin menguatkan kecurigaan adanya pelanggaran serius.

Baca Juga :  Pengadilan Negeri Sampang Hentikan Penyediaan Mamin untuk Terdakwa: Cerminan Lemahnya Manajemen Anggaran?

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa fasilitas yang diharapkan dapat menunjang pendidikan justru akan menjadi beban di masa depan.

Masyarakat semakin mendesak Komisi IV DPRD Sampang untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan inspeksi dan memastikan proyek tersebut sesuai dengan aturan.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil Dinas Pendidikan dan pengawas proyek pada Kamis lalu untuk memberikan peringatan keras agar tidak bermain-main dengan proyek fisik.

“Kami telah mewarning bahwa pencairan dana tidak akan dilakukan jika proyek tidak sesuai spesifikasi,” tegas Mahfud.

Baca Juga :  Festival Karaoke di RT 2 Kraton Jadi Panggung Talenta Baru di HUT RI ke-80

Mahfud menyampaikan bahwa dirinya masih ada tugas di jakarta, namun Ia juga telah meminta kepada Wakil Ketua Komisi IV untuk terus mengawal proses ini dan bersiap melakukan inspeksi ke lokasi jika ditemukan indikasi pelanggaran lebih lanjut. Minggu (15/12/24)

Kini, publik berharap langkah tegas dari DPRD Komisi IV untuk mengawal proyek-proyek pendidikan ini hingga selesai dengan kualitas yang memadai, demi menghindari pemborosan anggaran dan memastikan fasilitas yang aman dan layak bagi para siswa.

 ;;;;;;;

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru