
Surabaya (ANGKAT BERITA) -Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Jawa Timur, dari Heny Suwono kepada Haris Sukamto, yang berlangsung di Hotel Wyndham, Surabaya, mendapat sorotan tajam. Kritik keras datang dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang menggelar aksi demonstrasi di lokasi acara, Rabu (27/12).
Dalam aksi tersebut, AMI menyoroti kinerja Heny Suwono selama menjabat sebagai Kakanwil Kemenkumham Jatim. Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, mengungkapkan bahwa Heny dinilai gagal mengendalikan peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan). Bahkan, ia menyebutkan adanya indikasi keterlibatan oknum sipir yang dibiarkan tanpa tindakan tegas.
“Kami hadir di sini untuk mengingatkan bahwa selama kepemimpinan Heny Suwono, banyak persoalan serius, terutama terkait oknum sipir yang terlibat dalam peredaran narkoba. Sayangnya, mereka hanya diberikan sanksi ringan, tidak sampai dipecat,” ujar Baihaki dalam orasinya.
Lebih lanjut, AMI mendesak Haris Sukamto, selaku Kakanwil yang baru, untuk tidak mengulangi kesalahan serupa. Mereka meminta agar Haris berani mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang mencoreng nama baik institusi, termasuk yang terlibat dalam peredaran narkoba.
“Kami berharap Kakanwil yang baru ini tidak terpengaruh oleh penyakit lama. Jika Haris Sukamto juga tidak tegas, kami tidak akan ragu untuk melanjutkan aksi hingga ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM,” tambah Baihaki dengan nada tegas.
Menariknya, AMI memilih untuk tidak masuk ke dalam hotel atau mengajukan audiensi. Mereka menegaskan bahwa aksi kali ini ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada para tamu yang hadir dalam acara Sertijab.
Demonstrasi ini menjadi pengingat penting bagi jajaran Kemenkumham Jatim untuk memperbaiki kinerja, terutama dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.







Komentar