
SAMPANG || ANGKAT BERITA – Salah satu keluarga pasien Puskesmas Mandangin menyampaikan keluhan terkait pelayanan puskesmas tersebut.
Mereka mengungkapkan bahwa selama menjalani rawat inap, pasien tidak mendapatkan jatah makan dari pihak puskesmas, ini menjadi perhatian, mengingat kebutuhan makanan merupakan bagian penting dari proses pemulihan pasien.
Menanggapi keluhan tersebut, media menghubungi Kepala Puskesmas Mandangin, drg. Rina. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2024, Puskesmas Mandangin tidak mendapatkan alokasi anggaran untuk penyediaan makanan bagi pasien rawat inap. Hal ini menjadi penyebab utama ketidakmampuan puskesmas dalam memberikan jatah makan.
“Kebetulan ditahun 2024 anggaran makan minum pasien tidak ada. Kami sudah mensosialisasikan hal ini kepada setiap pasien yang menjalani rawat inap,” jelas drg. Rina. Rabu (09/01/25)
Namun, pihak Puskesmas Mandangin tidak tinggal diam. Mereka telah berusaha mencari solusi, pertengahan tahun kemaren melaporkan masalah ini kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan mengusulkan agar anggaran makan dan minum bagi pasien rawat inap dapat dialokasikan pada tahun ini.
“Kami sudah mengusulkan agar anggaran untuk makan dan minum pasien bisa dimasukkan dalam alokasi tahun ini. Harapan kami, ini bisa menjadi solusi sehingga pelayanan kepada pasien semakin optimal,” tambahnya.
Langkah konkret pun mulai diambil. Menurut drg. Rina, pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian barang dan jasa (Barjas) untuk mempersiapkan penyediaan jatah makan pasien.
“Iya, sudah bisa dimulai, sekarang saya juga sudah koordinasi dengan bagian Barjas terkait penyediaan makan dan minum pasien ini,” tegasnya.
Drg. Rina menambahkan, mulai besok Senin Insyaallah, Puskesmas Mandangin akan mulai menyediakan jatah makan bagi pasien rawat inap dengan anggaran Rp 15.000 per porsi.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pelayanan puskesmas tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Puskesmas Mandangin dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
Masalah ini juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang memadai untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara maksimal.







Komentar