Jangan Main-Main dengan Pertanian! Komisi II DPRD Sumenep Soroti Dugaan Permainan Pupuk Bersubsidi

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 09:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Samsiyadi Komisi II DPRD Sumenep

SUMENEP||ANGKAT BERITA – Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep memberikan peringatan keras kepada Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM dan PP) atas dugaan pelanggaran serius dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Temuan di lapangan menunjukkan indikasi penjualan pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) serta praktik penggunaan dua nota, yang diduga merugikan petani kecil.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Samsiyadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait harus segera turun tangan dan mengusut tuntas permasalahan ini.

Baca Juga :  Di Balik Kelangkaan Pupuk di Sampang, Kebijakan Pemerintah Tak Sepenuhnya Dijalankan, Kios di kecamatan Omben Diduga Jual di Atas HET

“Dinas tentu harus segera menindaklanjuti tentang temuan di lapangan,” ujarnya dengan nada serius.

Samsiyadi, yang akrab disapa Samsi, mengingatkan bahwa isu pupuk bersubsidi bukanlah perkara remeh, karena langsung bersinggungan dengan kepentingan vital masyarakat, khususnya para petani.

“Hal ini menyangkut hajat hidup banyak orang, yaitu petani,” imbuhnya lirih namun penuh tekanan.

Ia menegaskan, pupuk bersubsidi merupakan program strategis nasional yang berada di bawah pengawasan ketat pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian dan Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga :  Dua Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Jadi “Backing” Narkoba, Kapolres Diminta Bertindak Tegas

“Pupuk adalah atensi langsung dari pemerintah pusat. Jadi jangan main-main dengan hal yang berkaitan dengan pertanian,” tegasnya sambil mengecam dugaan praktik curang di lapangan.

Dengan kondisi tersebut, Komisi II DPRD Sumenep menuntut tindakan cepat dan transparan agar program pertanian tidak dicederai oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Ini bukan hanya soal subsidi, ini soal ketahanan pangan nasional. Presiden dan wakil presiden menjadikan ini sebagai atensi utama. Maka, semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab penuh,” tukas Samsiyadi.(az/uf)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru