
Sumenep|| https://Angkatberita.id-Rencana survei seismik tiga dimensi (3D) dalam proses eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah perairan dangkal West Kangean, Sumenep, Jawa Timur, mendapat penolakan dari masyarakat setempat.
Survei tersebut bakal dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontaktor Kontrak Kerja Sama Kangean Energi Indonesia (KKKS KEI).
Salah satu penolakan datang dari Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Arjasa, Fadli. Menurutnya, meski proses eksplorasi saja, tapi dampaknya cukup luas.
Dampak-dampak yang ditimbulkan meliputi gangguan ekosistem, risiko kerusakan habitat satwa, potensi pencemaran tanah dan air, serta gangguan pada aktivitas manusia seperti nelayan dan pertanian.
Bahkan, kata Fadli, masyarakat kepulauan Kangean hingga sekarang masih harus menanggung dampak negatif kegiatan pemetaan struktur bawah permukaan bumi yang dilakukan KEI pada 1985.
Ironisnya, selama ini para nelayan terdampak hanya diiming-imingi ganti untung oleh pemerintah dan KKKS terkait, tapi kenyataannya, masyakat hanya dikibulin.
“Awalnya masyarakat berharap dengan adanya eksplorasi hingga produksi Migas bisa hidup lebih sejahtera, tapi justru masyarakat menjalani hidup lebih sengsara. Banyak warga kepulauan yang terpaksa memilih menjadi TKI,” kata Fadli, 15 Juni 2025.
Selain itu, meski kepulauan Kangean melalui KKKS selama ini menyuplai gas dalam jumlah besar, tapi tetap saja pemerintah melalui perusahaan hilirnya tidak memprioritaskan kepulauan dalam distribusi elpiji. Justru masyarakat di sana mengalami kelangkaan elpiji lebih parah.
“Kalau kami tidak diprioritaskan, mengapa harus dilakukan eksplorasi hingga produksi migas di Kangean. Sementara yang merasakan dampaknya adalah kami sendiri,” ujarnya.
Untuk itu, masyarakat Kangean secara tegas menolak survei Seismik 3D di wilayah West Kangean. Masyarakat tak ingin diperlakukan seperti di kepulauan Sapeken. Setelah produksi migas tidak ekonomis, kontraktor kemudian meninggalkan pulau itu, yang tersisa hanya bangkai-bangkai sisa eksploitasi.(Asm)







Komentar