Warga Kangean Tolak Kegiatan Eksplorasi Migas

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 11:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Atas: (tengah) Fadli, Ketua PCPM Kecamatan Arjasa. Kiri bawah: Logo SKKMIGAS Kanan bawah: Logo KEI

Sumenep|| https://Angkatberita.id-Rencana survei seismik tiga dimensi (3D) dalam proses eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah perairan dangkal West Kangean, Sumenep, Jawa Timur, mendapat penolakan dari masyarakat setempat.

Survei tersebut bakal dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontaktor Kontrak Kerja Sama Kangean Energi Indonesia (KKKS KEI).

Salah satu penolakan datang dari Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Arjasa, Fadli. Menurutnya, meski proses eksplorasi saja, tapi dampaknya cukup luas.

Dampak-dampak yang ditimbulkan meliputi gangguan ekosistem, risiko kerusakan habitat satwa, potensi pencemaran tanah dan air, serta gangguan pada aktivitas manusia seperti nelayan dan pertanian.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sampang Terlambat Cairkan Insentif, Dewan Pendidikan Soroti Lemahnya Kordinasi

Bahkan, kata Fadli, masyarakat kepulauan Kangean hingga sekarang masih harus menanggung dampak negatif kegiatan pemetaan struktur bawah permukaan bumi yang dilakukan KEI pada 1985.

Ironisnya, selama ini para nelayan terdampak hanya diiming-imingi ganti untung oleh pemerintah dan KKKS terkait, tapi kenyataannya, masyakat hanya dikibulin.

“Awalnya masyarakat berharap dengan adanya eksplorasi hingga produksi Migas bisa hidup lebih sejahtera, tapi justru masyarakat menjalani hidup lebih sengsara. Banyak warga kepulauan yang terpaksa memilih menjadi TKI,” kata Fadli, 15 Juni 2025.

Selain itu, meski kepulauan Kangean melalui KKKS selama ini menyuplai gas dalam jumlah besar, tapi tetap saja pemerintah melalui perusahaan hilirnya tidak memprioritaskan kepulauan dalam distribusi elpiji. Justru masyarakat di sana mengalami kelangkaan elpiji lebih parah.

Baca Juga :  Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

“Kalau kami tidak diprioritaskan, mengapa harus dilakukan eksplorasi hingga produksi migas di Kangean. Sementara yang merasakan dampaknya adalah kami sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat Kangean secara tegas menolak survei Seismik 3D di wilayah West Kangean. Masyarakat tak ingin diperlakukan seperti di kepulauan Sapeken. Setelah produksi migas tidak ekonomis, kontraktor kemudian meninggalkan pulau itu, yang tersisa hanya bangkai-bangkai sisa eksploitasi.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru