
Sumenep||https://Angkatberita.id-Pemasangan bronjong di kawasan Sungai Kalianjuk, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Jawa Timur, menuai protes. Pasalnya pengerjaan proyek yang bersebelahan dengan Baghraf Healt Center (BHC) itu dinilai asal-asalan.
Pemasangan gabion itu diduga tanpa mempertimbangkan akses jalan di sebelahnya yang semakin sempit dan perubahan letak aliran sungai yang justru menambah keresahan warga.
“Tidak dikerjakan bagaimana, dikerjakan bagaimana,” keluh salah seorang warga saat melewati jalan rusak di sekitar proyek dengan bahasa Madura.
Warga mendesak agar eksekutif dan legislatif turun tangan. Apalagi pengerjaan bronjong itu terkesan dipaksakan, menyusul dampak dari proyek tebing pengendali banjir sebelumnya yang telah diadukan ke Polres, DPRD, dan Pemerintah Kabupaten.
Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin mengaku terus memantau proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu. “Saya sudah dua kali sidak ke lokasi dan memastikan bahwa keresahan masyarakat adalah tanggung jawab kami,” katanya dengan santai kepada Angkat Berita.
Hanya saja, politisi PDIP itu meminta masyarakat untuk bersabar dalam penanganan proyek tersebut, sehingga pengerjaannya berjalan dengan lancar dan seperti yang diharapkan semua pihak.(Asm)







Komentar