
Sumenep||https://Angkatberita.id-Ada yang berbeda dalam proses pencairan jasa pelayanan (Jaspel) di RSUD Dr H Moh Anwar bulan ini. Kalau sebelumnya daftar Jaspel disatukan, kali ini daftar penerima tunjangan itu dibedakan menjadi per kelompok.
Kelompok-kelompok itu diantaranya paramedis, medis, direksi dan lain sebagainya. Pemisahan daftar penerima menjadi per kelompok ditengarai sebagai upaya untuk menutupi jumlah besaran jaspel yang diperoleh antar kelompok.
“Sekarang ttd (tanda tangan) Jaspel tempatnya dipisah, antara medis, paramedis, dll. Ada apa gerangan?” tulis salah satu karyawan RSUD di status WhatsApp-nya.
Untuk mengetahui pembedaan penerima Jaspel, Angkat Berita mencoba menyusup ke salah satu grup WhatsApp RSUD. Di grup itu ternyata salah satu pimpinan mengarahkan untuk proses penandatanganannya.
“Kepada Bapak Ibu, penandatanganan Jaspel bisa ke ruangan keuangan, terima kasih,” tulis salah satu Kasubbag RSUD berinisial J di grup itu, 17 Juni 2025, pukul 09:05.
Pembedaan itu memantik protes dari sejumlah karyawan. Sebab dengan pembagian jaspel yang tidak transparan memungkinkan oknum pimpinan RSUD merekayasa jumlah penerimaannya.
Seperti diberitakan, terdapat 14 pimpinam RSUD Dr H Moh Anwar yang diduga mendapat tunjangan menggiurkan tiap bulannya. Ironisnya, meski tunjangannya mereka dobel, tapi tak membuat pelayanan RSUD lebih baik.
Total tunjangan terhadap 14 pimpinan berjumlah Rp 405.054.163 di salah satu bulan pada awal 2025. Jumlah itu terdiri dari jaspel penjaminan, jaspel pasien umum, dan tunjangan tetap. (Asm)







Komentar