
Sampang || https://angkatberita.id – Di tengah keterbatasan anggaran dan akses pembangunan yang masih belum merata, masyarakat Dusun Kamireh Dejeh, Desa Pandiyangan, Kabupaten Sampang, memberikan pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan kepedulian sosial.
Tanpa menunggu bantuan dari pemerintah, warga secara swadaya membangun jembatan dan jalan Jalan Rabat Beton sepanjang 80 meter demi memperlancar akses dan mendukung roda kehidupan mereka. Senin, 24 Juni 2025.
Berbekal semangat gotong royong yang telah lama menjadi ciri khas desa-desa di Madura, proyek ini diprakarsai oleh tiga tokoh lokal: Ahmad Fausi selaku ketua kegiatan, Lora Muaddom dan Samsul Arifin sebagai bendahara.

“Kami tidak bisa terus berharap bantuan datang, kalau menunggu, entah kapan akan dibangun. Jadi kami bergerak sendiri dengan apa yang ada,” ujar Ahmad Fausi, menggambarkan tekad mereka.
Dana pembangunan diperoleh dari sumbangan sukarela masyarakat setempat, tidak hanya itu, warga juga mengadakan kegiatan amal di sekitar lokasi proyek untuk menambah pemasukan guna kelancaran pembangunan, warga dari berbagai lapisan usia ikut turun tangan, mulai dari menyumbang material hingga membantu dalam proses pengerjaan.
Jalan Rabat dan jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat, terutama untuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan, sebelumnya, saat musim hujan, kondisi jalan rusak parah dan seringkali tak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi tentang harga diri dan kekompakan warga, kami ingin anak-anak sekolah tidak terganggu dan hasil pertanian bisa diangkut lebih mudah,” kata Lora Muaddom.
Tak berhenti sampai di situ, Ahmad Fausi menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan jalan lanjutan, dana untuk tahap kedua sudah tersedia, namun pelaksanaan menunggu waktu yang tepat agar bisa dikerjakan secara optimal.
Samsul Arifin, yang mengelola keuangan kegiatan, menegaskan bahwa semua penggunaan dana dilakukan secara terbuka. “Setiap sumbangan kami catat, dan warga bisa melihat langsung perkembangannya. Ini bentuk kepercayaan bersama,” ungkapnya.
Inisiatif masyarakat Dusun Kamireh Dejeh ini menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan solidaritas mampu menembus keterbatasan, bukan hanya membangun jalan fisik, tapi juga menanamkan nilai persatuan, tanggung jawab, dan kemandirian di tengah tantangan zaman.







Komentar