Ketika Slogan “Bismillah Melayani” Hanya Nampang di Tembok Puskesmas

- Redaksi

Sabtu, 28 Juni 2025 - 18:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Slogan

Sumenep||https://Angkatberita.id-Meski bukan ahli bahasa, saya sangat meyakini bahwa konotasi tag line “Bismillah Melayani jilid II” yang diusung Bupati Fauzi mempunyai arti bahwa Bupati bersama anak buahnya dalam menjalankan pemerintahan akan berdedikasi, berjuang dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.

Pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh masyarakat kecil termasuk saya, Bupati Fauzi ini akan Melayani siapa? Bekerja dan berjuang untuk siapa? Dan dedikasinya kepada siapa?

Kisah yang saya alami ini mungkin bukan hanya menimpa saya, mungkin sudah puluhan bahkan ratusan warga Lenteng yang mengalami hal serupa, mendapat pelayanan yang kurang memuaskan baik dari tenaga medis maupun non medis.

Saya ingin memulai tulisan ini dengan pengalaman buruk ketika saya mengantarkan istri ke Puskesmas Lenteng untuk melakukan pemeriksaan kandungan (chek lab) atas perintah bidan desa jambu bukan atas permintaan sendiri. Ketika sampai di puskesmas Lenteng, awalnya normal berjalan seperti biasa, jelang 15 menit tiba-tiba saya di telpon oleh istri dan diminta hadir ke petugas pendaftaran, katanya ada sedikit masalah dengan kartu BPJS nya.

Tanpa fikir panjang saya menghampiri kedua petugas tersebut dan saya menanyakan apa yang menjadi kendala, kedua petugas tersebut menjelaskan bahwa BPJS saya tidak bisa digunakan karena faskesnya bukan puskesmas Lenteng tapi dokter Erliyati.

Baca Juga :  Diduga Tutup Mata, Camat Pragaan Bungkam soal Pelanggaran Pupuk Bersubsidi

Kata petugasnya, Kalau tetap mau menggunakan faskes Puskesmas Lenteng harus dirubah dahulu atau BAYAR ,demikian kira-kira yang di ucapkan kedua petugas tersebut.

Dalam situasi seperti ini saya tidak bisa diam begitu saja. Tapi di sisi lain saya harus diam memahami. Saya berupaya untuk lebih tenang  meski sedikit tersulut emosi.

Saya memilih tidak berdebat panjang persoalan ini, saya memilih langsung mau bayar (meskipun mereka tidak jadi minta bayaran), yang penting istri saya dilayani dengan baik dan akhirnya saya keluar cari warung kopi.

Sampai di warung kopi saya sempat berfikir, apakah ini dampak dari perang di timur tengah,,sehingga petugas pendaftaran di puskesmas lenteng ikut-ikutan agak terganggu psikologisnya.

Mereka langsung menjustice kalau BPJS saya tidak bisa digunakan lantaran faskesnya bukan puskesmas setempat dan langsung memvonis kalau tetap mau menggunakan layanan di puskesmas tersebut harus bayar, tapi sudahlah yang lalu biarlah berlalu yang penting saya bisa minum kopi biar fikiran bisa tenang kembali.

Baca Juga :  OCTA Variasi asesoris bengkel mobil di jln raya Pasuruan buka tutup 21.00 tidak ada libur  

Kurang lebih 2 jam menikmati kopi, saya kembali di telepon istri dan diminta hadir ke ruang pemeriksaan kehamilan, tiba diruangan tersebut disitulah emosi saya meledak karena melihat istri dalam keadaan menangis.

Saya bertanya kepada istri kenapa menangis? Kata istri saya dia “dikeroyok” kata-kata oleh petugas medis disana, dia diberondong beberapa pertanyaan yang seolah-olah memojokkan istri saya, bahkan salah satu petugas menuduh istri saya yang melaporkan kejadian di puskesmas kepala desa jambu, padahal istri tidak pernah cerita kepada siapapun.

Katanya petugas disana ditelpon oleh kepala desa jambu dan mempertanyakan kenapa harus bayar?,,padahal istri saya tidak cerita kepada siapapun, kenapa istri saya yang disalahkan dan dituduh melapor kepada Kepala Desa Jambu?

Sampai saat ini keadaan istri masih tidak stabil dan syok, dia tidak mau lagi berhubungan dengan yang namanya Puskesmas Lenteng.

Mengakhiri catatan saya, kalau sampai terjadi apa-apa dengan istri saya dan janin yang berada dalam kandungannya akibat insiden di puskesmas lenteng tersebut saya tidak akan tinggal diam, nyawa saya adalah taruhannya.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru