Aktivis PMII Sumenep, Tuding Ketua KNPI Cacat Pengkaderan, Buntut Musyda Dinilai Sarat Kepentingan

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025 - 12:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tolak Amir, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) Sumenep.

SUMENEP||https://Angaktberita.id-Dinamika, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus semakin mencuak.

Lantaran kegiatan musyda itu, hingga hari ini tidak diselenggarakan, padahal agenda tersebut bertujuan untuk menentukan regenerasi kepemimpinan baru kepemudaan, ujung timur pulau Madura itu.

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Tolak Amir, kini ikut angkat bicara dengan isu, carut marutnya ditubuh internal KNPI.

Fakta baru ia sampaikan oleh Tolak Amir, salah satu alasan mengapa Ketua KNPI, Syaiful Harir, tidak menyelenggarakan musyda sampai saat ini, dikarenakan tidak ada satupun kandidat yang siap menggantikan dirinya.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Disegel, Dugaan Bekingan Oknum Polres Sampang Belum Diusut

Sehingga nama yang biasa disebut Ayink, merasa percuma diadakan musyda, jika tidak ada yang beminat menjadi kandidat.

“Ini adalah hal menarik, salah satu contoh organisasi kepemudaan yang sudah cacat dalam sistem pengkaderan,” ucapnya dengan nada kritik, terhadap Angkat Berita, 09 Juli 2025.

Tak hanya cacat dalam pengkaderan, ia juga menilai Ketua KNPI telah mencederai semangat demokrasi dan semangat kolektif seluruh OKP, hal itu merujuk pada fakta yang ada.

Baca Juga :  Diduga Jadi Korban Kredit Ganda, Nasabah Bank di Batang Diancam Sita Rumah

“Mengenyampingkan prinsip-prinsip demokrasi dan rambu-rambu dalam organisasi adalah kesalahan fatal, ketika itu diabaikan, maka yang dipertaruhkan legitimasi dan generasi organisasi itu sendiri,” terusnya.

Lebih lanjut, mantan Presma salah satu kampus swasta Sumenep mengatakan, musyda itu telah diatur dalam AD/ART KNPI, dan tidak semestinya ditunda tanpa alasan yang jelas.

“Apalagi terdengar kabar hanya untuk sarat kepentingan pribadinya,” cetusnya.

Kami mendesak KNPI Sumenep, jangan terus beropini, segera menindaklanjuti hasil Rapimpurda yang telah menjadi kesepakatan, dan jalankan mekanisme organisasi secara konstitusional.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru