
SUMENEP||https://Angaktberita.id-Dinamika, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus semakin mencuak.
Lantaran kegiatan musyda itu, hingga hari ini tidak diselenggarakan, padahal agenda tersebut bertujuan untuk menentukan regenerasi kepemimpinan baru kepemudaan, ujung timur pulau Madura itu.
Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Tolak Amir, kini ikut angkat bicara dengan isu, carut marutnya ditubuh internal KNPI.
Fakta baru ia sampaikan oleh Tolak Amir, salah satu alasan mengapa Ketua KNPI, Syaiful Harir, tidak menyelenggarakan musyda sampai saat ini, dikarenakan tidak ada satupun kandidat yang siap menggantikan dirinya.
Sehingga nama yang biasa disebut Ayink, merasa percuma diadakan musyda, jika tidak ada yang beminat menjadi kandidat.
“Ini adalah hal menarik, salah satu contoh organisasi kepemudaan yang sudah cacat dalam sistem pengkaderan,” ucapnya dengan nada kritik, terhadap Angkat Berita, 09 Juli 2025.
Tak hanya cacat dalam pengkaderan, ia juga menilai Ketua KNPI telah mencederai semangat demokrasi dan semangat kolektif seluruh OKP, hal itu merujuk pada fakta yang ada.
“Mengenyampingkan prinsip-prinsip demokrasi dan rambu-rambu dalam organisasi adalah kesalahan fatal, ketika itu diabaikan, maka yang dipertaruhkan legitimasi dan generasi organisasi itu sendiri,” terusnya.
Lebih lanjut, mantan Presma salah satu kampus swasta Sumenep mengatakan, musyda itu telah diatur dalam AD/ART KNPI, dan tidak semestinya ditunda tanpa alasan yang jelas.
“Apalagi terdengar kabar hanya untuk sarat kepentingan pribadinya,” cetusnya.
Kami mendesak KNPI Sumenep, jangan terus beropini, segera menindaklanjuti hasil Rapimpurda yang telah menjadi kesepakatan, dan jalankan mekanisme organisasi secara konstitusional.(Asm)







Komentar