Mengejutkan, Perempuan Diduga Jadi Donatur Utama Dibalik Jaringan Narkoba di Kepulauan Masalembu

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 20:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

SUMENEP||https://Angkatberita.id-Mengejutkan, kini menyeruak kepermukaan adanya dugaan keterlibatan seorang perempuan sebagai penyokong dana jaringan narkoba di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Hal itu terus memantik polemik dan menjadi sorotan tajam masyarakat.

Perempuan itu sebut saja “Melati”. Melati disebut-sebut punya peran sentral dalam melanggengkan peredaran narkoba di wilayah Kepulauan Masalembu, yang selama ini dikenal sulit dijangkau Aparat Penegak Hukum (APH).

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Sektor setempat, yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk memerangi narkoba, kali ini diduga melempem seperti “Kerupuk” yang dikeluarkan dari plastiknya.

Berdasarkan penelusuran tim investigasi Angkat Berita, “Melati” bukan hanya dikenal dekat dengan beberapa bandar besar di Kepulauan Masalembu, namun juga diduga menjadi pemasok logistik dan pengatur arus keuangan dalam jaringan tersebut.

Informasi dari warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa aktivitas “Melati” kerap terlihat mencurigakan, terutama saat keluar-masuk pelabuhan dengan membawa barang dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Tolak Survei Seimik 3D, GMK Geruduk Kantor Bupati

“Kalau ada kiriman barang dari luar, hampir pasti dia yang urus. Tapi yang bikin curiga, selama ini tidak pernah tersentuh hukum. Entah karena takut, atau ada beking besar di belakangnya,” ucap salah satu warga yang saat ini menjadi penduduk di Desa Masalima.

Keterlibatan “Melati” memperkuat dugaan bahwa peredaran sabu di Masalembu tak hanya dijalankan oleh para pria berinisial B, A, MH, dan S yang sebelumnya disebut sebagai pemain utama.

Kelompok tersebut juga difasilitasi oleh jaringan yang lebih terorganisir dan masif untuk menjalankan bisnis haram itu, termasuk dukungan finansial dari kalangan tertentu, salah satunya “Melati.

Ironinya beberapa laporan masyarakat mengenai aktivitas para bandar yang diduga kuat adanya keterlibatan “Melati” tak pernah direspon oleh APH.

Hal itu memunculkan kecurigaan bahwa ada pembiaran sistematis atau bahkan “main mata” antara oknum aparat dan para pelaku.

Baca Juga :  Tragis di Giligenting, Ayah Tewas Diduga Dianiaya Anak Kandung

“Sudah lama kami lapor. Tapi tidak pernah ada penggerebekan. Masyarakat mulai frustrasi dan tidak percaya lagi pada penegak hukum di sini. Kami yakin polisi bukan tidak mengetahui para bandar besar, namun dugaan kami memang ada pembiaran,” ujar tokoh masyarakat setempat, yang juga enggan disebutkan namanya.

Desakan terhadap Kapolri, Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Sumenep untuk turun tangan langsung semakin menguat.

Masyarakat meminta agar aparat dari luar Masalembu mengambil alih proses penindakan, demi menghindari konflik kepentingan dan menjamin netralitas penegakan hukum.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat saat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan perempuan “Melati” mengatakan belum mendapatkan data dan info.

“Wa’alaikum salam, terkait info tersebut kami belum mendapat data/info yang akurat, akan kami lidik dulu,” singkat Asnan, Kapolsek Masalembu.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru