
Sumenep, angkatberita.id– Ancaman kriminal kembali menghantui warga. Seorang pemuda berinisial H, warga Dusun Guluk-Guluk Tengah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, resmi melaporkan kasus penganiayaan disertai pengancaman pembunuhan ke Mapolsek Guluk-Guluk, Kamis (04/09/2025).
Peristiwa mencekam itu bermula saat korban sedang duduk bersama rekannya, Makbul, sekitar pukul 17.30 WIB. Tiba-tiba terlapor bernama Riji datang dari arah utara, lalu berhenti setelah melihat korban. Tanpa banyak bicara, pelaku turun dari motor, mengeluarkan linggis yang telah disiapkan, dan langsung menghajar korban.
Korban sempat berduel mempertahankan diri hingga berhasil diselamatkan oleh Makbul dan beberapa santri Pondok Pesantren Nirmala yang keluar setelah mendengar keributan.
Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka di wajah dan cedera ringan di betis kanan. Namun yang lebih parah, korban kini mengalami trauma mendalam karena merasa keselamatannya terus terancam.
“Saya berharap pelaku segera ditangkap. Sebab ia sudah berulang kali mengancam akan menembak saya,” tegas H kepada media.
Ancaman itu bukan sekali dua kali. Menurut korban, Riji sudah tujuh kali melontarkan teror pembunuhan kepadanya. Pernyataan itu juga dibenarkan saksi Makbul.
“Pelaku sempat bilang ke saya: ‘Jangan ikut-ikutan, nanti tau sendiri akibatnya. Saya belum selesai, saya akan tembak kau’,” ujar Makbul menirukan ancaman pelaku.
Meski laporan resmi sudah diterima pihak kepolisian dengan Nomor STPL/12/IX/2025/SPKT/Polsek Guluk-Guluk/Polres Sumenep/Polda Jatim, korban menilai lambannya tindakan aparat membuat dirinya semakin cemas.
“Saya yakin pelaku sudah tahu kalau saya melapor. Bisa saja ia menyerang lagi kapan pun terhadap saya,” ungkap korban dengan nada was-was. (Asm)







Komentar