Tudingan Pungli KTP Di Kecamatan Tebing Tinggi dan Disdukcapil Sergai Tidak Berdasar 

- Redaksi

Senin, 12 Mei 2025 - 23:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ida (kiri) dan Kadus Akmal (batik) bersama warga dan awak media di rumah Ida Dusun III Desa Naga Kesiangan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (11/5/2025).

Sergai (Angkatberita) -Adanya pungutan liar pada pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat rekam foto pembuatan KTP Disdukcapil di Kantor Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan dilansir dibeberapa media online yang memuat pernyataan salahsatu LSM dinyatakan tidak berdasar dan mengada-ada.

Hal itu dinyatakan Ran seorang pegawai honorer di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Sergai sebagai petugas dalam rekam foto KTP di Kantor Kecamatan Tebing Tinggi Jln. Lintas Tebing Tinggi – Medan, Senin (12/5/2025).

Ran sangat menyesalkan adanya suatu pemberitaan media melibatkan dirinya atas tudingan salahsatu LSM dan Organisasi Media yang menyatakan adanya kutipan sejumlah uang dari masyarakat yang hendak membuat KTP.

” Untuk pembuatan KTP tidak ada kami mengutip biaya bang, itu gratis dan itu yang diperintahkan atasan kepada kami,” ungkap Ran pada Media.

Baca Juga :  Bantuan Sosial Satgas Yonif 521/DY Dalam Rangka Peresmian Gereja Baptis Zaitun Elelim di Kampung Honita

” Kalau berita di media itu yang berdasarkan sumber pernyataan dari ibu Ida yang ada mengurus KTP atas nama anaknya Hafiz Rasya Al Fattah Nasution itu sudah berlangsung lama dan waktu itu usia anaknya Hafiz Rasya Al Fattah Nasution belum cukup bulan untuk menerbitkan KTP, jadi kami pending dan sekarang si ibu menyusul lagi untuk mengurus,” jelas Ran.

” Sabarlah bang, karena berkas data bukan hanya anak ibu itu. Karena datanya pun sudah lama masuk kami kan harus mencarinya lagi karena dulu itu belum jadi diterbitkan KTPnya, sementara masyarakat yang harus dilayani setiap hari kerja itu banyak,” ucapnya.

Sementara, adanya pemberitaan media adanya tudingan terhadap kutipan dalam pengurusan setiap KTP sebesar 50 ribu hingga 70 ribu, Ran menyangkal dan menyatakan tidak ada memintanya.

Baca Juga :  Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 1 Plosokerep Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Terindikasi Korupsi   

Dilansir dari berita beberapa media online, tudingan bermula dari keterangan seorang ibu bernama Ida warga Dusun III Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai.

Kepada media, Ida ada mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap lambannya pelayanan yang diberikan petugas kepada dirinya dalam pengurusan KTP milik anaknya Hafiz Rasya Al Fattah Nasution, dan untuk itu Ida mengaku ada memberikan sejumlah uang.

Saat beberapa media datang menyambangi rumah kediaman Ida, Ida larut dalam perbincangan yang hangat dan akrab. Di depan Kepala Dusun III (Kadus) Akmal, Ida mengakui adanya suatu pemberitaan media yang menyoroti prihal bagaimana dirinya mendapatkan pelayanan saat mengurus KTP milik anaknya.

Disinggung dirinya ada memberikan sejumlah uang, Ida memakluminya sebab Ida mengaku dirinya juga pernah menjadi seorang tenaga honorer di salahsatu instansi pemerintah.(AB/jon)

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru