Saluran Irigasi Tak Kunjung Digarap, HIPPA Adelia Jaya Desa Karang Anyar Disorot

- Redaksi

Minggu, 24 Agustus 2025 - 10:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Proyek saluran irigasi tahun anggaran 2025 yang digarap melalui HIPPA P3A Adelia Jaya, Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, kini menuai sorotan tajam.

Dana sebesar Rp195 juta telah dicairkan sejak sekitar dua minggu lalu. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai di lapangan.

Kondisi ini dinilai janggal sekaligus meresahkan, sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, setiap proyek swakelola wajib dilaksanakan sesuai jadwal dalam kontrak, mangkraknya pekerjaan setelah dana cair bisa dikategorikan sebagai kelalaian yang berpotensi menjadi wanprestasi.

Baca Juga :  Polsek Stabat Laksanakan Patroli Pengamanan Gereja, Kapolres Langkat Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Kamtibmas*

“Kalau dana sudah cair dua minggu tapi pekerjaan belum jalan, jelas melanggar aturan kontrak. Ini bisa berujung pada kerugian negara jika tidak segera ditindak,” tegas Agus Sugito, pemerhati kebijakan publik di Sampang.

Sejumlah warga Desa Karang Anyar juga mengaku heran dengan mandeknya proyek tersebut. “Kami tahu dananya sudah cair, tapi sampai sekarang tidak ada pekerjaan di lapangan, padahal masyarakat sangat berharap saluran irigasi segera dilaksanakan,” ujar salah seorang warga.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Hasan, Tenaga Ahli P3 GAI Madura, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan HIPPA P3A Adelia Jaya agar pelaksanaan bisa segera berjalan sesuai peruntukan. “Kami akan memastikan program ini tetap berjalan, karena tujuannya untuk membantu petani,” jelas Hasan, Minggu (24/08).

Baca Juga :  IWO-I DPD KABUPATEN BOGOR GERAL SEMINAR PENINGKATAN KAPASITAS WARTAWAN DI ERA DIGITAL

Di sisi lain, pihak desa menyebut Samhari sebagai Ketua HIPPA Adelia Jaya, namun hingga berita ini diturunkan, Samhari belum memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan terkait alasan keterlambatan pengerjaan.

Media akan terus mengawal penggunaan dana HIPPA ini agar pelaksanaannya benar-benar memberikan efek positif bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Karang Anyar.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru