Revitalisasi SDN Pangarengan 3 Hampir Satu Milyar Diduga Asal Jadi, Syarat Korupsi Terancam Dilaporkan

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 15:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang ( ANGKAT BERITA) – Proyek Revitalisasi UPTD SDN Pangarengan 3, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp813.769.324,-, kini disorot tajam.

Meski pekerjaan masih berjalan, hasil pantauan di lapangan memperlihatkan banyak kejanggalan teknis, tulangan besi tampak berkarat, dipasang asal-asalan, sambungan tidak standar, serta jarak sengkang tidak sesuai spesifikasi. Bahkan, kerangka tulangan dibiarkan menempel langsung pada lantai tanpa spacer sehingga cover beton rawan tidak terpenuhi.

Lebih parah, gedung yang mengalami korosi tidak didodol (tidak dibongkar). Padahal, sesuai kaidah konstruksi, bagian yang rusak atau terkorosi harus dibongkar total agar revitalisasi benar-benar memperpanjang umur bangunan.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Sampang Gelar Khotmil Quran dan Imtihan Angkatan ke-3, Bangun Generasi Qur'ani

Tak hanya itu, fakta di lapangan juga menunjukkan tidak ada pekerjaan peninggian gedung maupun perbaikan pondasi sebagaimana mestinya, hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa pekerjaan hanya dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan standar teknis.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek revitalisasi ini menjadi syarat korupsi, dengan dana ratusan juta rupiah, kualitas pekerjaan yang lemah jelas merugikan negara dan masyarakat, jika dibiarkan, proyek ini berpotensi dilaporkan ke aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  LIPI Desak Status Tanah PT PKHI Ditertibkan, Komisi I DPRD Bangkalan Siap Kawal Inventarisasi BPN

Saat dikonfirmasi, Nasir yang disebut-sebut sebagai pelaksana proyek menolak disebut bertanggung jawab, dan justru mengarahkan ke Plt Kepala Sekolah SDN Pangarengan 3, Hikmat, namun di telpon by watsaap nomor nya tidak aktif Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun pengawas teknis belum memberikan penjelasan resmi. Rabu (08/10)

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang tidak tinggal diam dan segera turun melakukan evaluasi ketat, agar revitalisasi sekolah benar-benar memberi manfaat, bukan sekedar bancakan anggaran.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru