Breaking News

Puluhan Huntara di Pante Rambong Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Lantai Rusak Baru Ditempati

Tim investigasi temukan dugaan pengurangan material Huntara di Pante Rambong. Lantai rusak, mutu bangunan dipertanyakan.

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•12 tayangan

Aceh Timur / angkatberita.id – Puluhan unit Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun di Gampong Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Temuan tersebut terungkap dari hasil investigasi Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh di lokasi proyek.

Hasil penelusuran tim investigasi menemukan bahwa permasalahan Huntara tidak hanya terletak pada aspek perencanaan yang dinilai mengabaikan kondisi ekologis setempat, tetapi juga pada kualitas pelaksanaan konstruksi yang diduga tidak memenuhi standar.

Salah seorang penerima Huntara di Dusun Tualang, Gampong Pante Rambong, mengaku lantai hunian sudah mengalami kerusakan meski baru ditempati beberapa hari.

“Baru beberapa hari kami tempati, lantainya sudah hancur. Kami juga tidak tahu kenapa bisa secepat itu rusak,” ujar warga kepada tim investigasi.

Lebih jauh, tim investigasi menemukan fakta yang dinilai janggal dalam proses pengerjaan lantai Huntara. Seorang tukang bangunan yang terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut, dan meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa material yang digunakan jauh di bawah spesifikasi rencana anggaran biaya (RAB).

Menurut pengakuannya, untuk pengecoran lantai berukuran sekitar 4 x 6 meter dengan ketebalan kurang lebih 4 sentimeter, pihak rekanan hanya menyediakan empat sak semen. Padahal, berdasarkan dokumen RAB, kebutuhan semen untuk satu unit Huntara tercatat sebanyak delapan sak.

“Kami hanya diberikan empat sak semen oleh pihak rekanan untuk cor lantai. Berapa yang dikasih, itu yang kami pakai,” ungkap tukang tersebut.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya pengurangan material yang berpotensi berdampak langsung pada mutu bangunan dan keselamatan penghuni. Tim investigasi juga mencatat bahwa kualitas lantai yang cepat rusak diduga berkaitan erat dengan minimnya komposisi material dalam pengecoran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek PT Graha Kita belum memberikan keterangan resmi terkait temuan investigasi tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait, termasuk instansi penanggung jawab program Huntara, guna memastikan kejelasan spesifikasi teknis, pengawasan proyek, serta pertanggungjawaban pelaksanaan pekerjaan.

Redaksi membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer