Breaking News

Diduga, Jejak Harimau Ditemukan di Areal Kebun Warga Pante Bidari, Aktivitas Pertanian Terancam

Jejak harimau ditemukan 100 meter dari rumah nya. M. Yahya Giawa khawatir keselamatan dan minta tindakan cepat.

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•51 tayangan

Aceh Timur / angkatberita.id – Jejak telapak kaki harimau ditemukan di areal kebun warga Dusun Bina Baru, Desa Blang Seunoeng, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Temuan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan warga, khususnya para petani yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Jejak telapak kaki yang diduga kuat milik satwa liar dilindungi itu ditemukan tidak jauh dari rumah kebun yang dihuni oleh M. Yahya Giawa, seorang warga yang sehari-hari mengelola kebun di lokasi tersebut. Kepada angkatberita.id, Selasa (27/1/2026), Yahya mengaku khawatir dan merasa tidak aman, terlebih dirinya tinggal seorang diri di rumah kebun tersebut.

“Saya sangat resah. Apalagi saya tinggal sendirian di sini. Kalau malam atau pagi hari, rasa takut itu selalu ada,” ujar Yahya di lokasi penemuan jejak.

Berdasarkan pantauan langsung awak media angkatberita.id, jarak antara lokasi ditemukannya jejak telapak kaki harimau dengan rumah yang dihuni Yahya diperkirakan sekitar 100 meter. Sementara jarak antara gubuk tersebut dengan permukiman warga terdekat diperkirakan mencapai dua kilometer.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga, mengingat aktivitas berkebun kerap dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Keberadaan satwa liar di sekitar kebun juga dikhawatirkan mengganggu produktivitas dan keamanan para petani.

M. Yahya Giawa berharap pihak terkait, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta pemerintah daerah dan aparat keamanan, segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah dan BKSDA. Tolong dicek dan dicarikan solusi supaya kami bisa bekerja dengan aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Ia juga meminta adanya langkah antisipasi dini, seperti patroli rutin atau pemasangan rambu peringatan, guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BKSDA maupun instansi terkait mengenai temuan jejak harimau tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan untuk memastikan langkah penanganan yang akan dilakukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer