Proyek Rehab Jaringan Irigasi di Sampang Bermasalah, Warga Tagih Tanggung Jawab DPRD dan PUPR

- Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024 - 10:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang (ANGKAT BERITA) – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, yang menggunakan anggaran besar dengan pagu senilai Rp. 620 juta dan HPS Rp. 619.995.829,10, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang dilaksanakan oleh Nuri Bahana, beralamat di Jl. Gelatik 103, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, resmi dimulai setelah kontrak ditandatangani pada 26 Juni lalu. Namun, hasil pekerjaannya disebut jauh dari harapan.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kualitas struktur irigasi ini diragukan. Bagian dinding irigasi tampak rapuh dan mudah runtuh saat diinjak. Hal ini mengindikasikan bahwa bahan campuran yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil pekerjaan yang disebut jauh dari kata sempurna ini memunculkan kecurigaan adanya pelanggaran, baik dalam teknis pelaksanaan maupun pengawasan proyek.

Baca Juga :  Proyek SPAM di Desa Astapah Mangkrak, PUPR Diminta Segera Ambil Tindakan

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, berinisial R, mengeluhkan hasil proyek tersebut. “Irigasinya seperti asal jadi, tidak akan bertahan lama. Sayang sekali anggaran sebesar itu tidak menghasilkan sesuatu yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain berinisial DB, yang diduga memiliki keterkaitan dengan proyek ini, sempat melontarkan pernyataan tidak pantas kepada awak media yang sedang meliput. Dengan nada sinis, ia mengatakan, “Apah mak e cek, dimmah bede proyek bhender satiyah.” Pernyataan ini dinilai mencerminkan sikap tidak bertanggung jawab terhadap keluhan masyarakat.

Buruknya hasil pekerjaan ini mendorong masyarakat untuk meminta Komisi III DPRD Sampang turun tangan. Mereka berharap adanya investigasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek, termasuk memastikan apakah anggaran yang telah dikeluarkan sesuai dengan kualitas pekerjaan di lapangan.

“Proyek ini perlu diaudit secara menyeluruh. Jika terbukti ada pelanggaran, pihak pelaksana harus bertanggung jawab. Jangan sampai dana besar seperti ini hanya menghasilkan irigasi yang tidak berguna bagi masyarakat, tentunya pekerjaan tersebut tidak akan bertahan lama” desak seorang tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Kayong Utara Dampingi Gubernur Kalbar Tinjau Lokasi MTQ 2026 di Pantai Pulau Datok  

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang selaku leading sector proyek ini. Publik berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan menyelesaikan permasalahan ini demi kebermanfaatan proyek untuk masyarakat.

Proyek irigasi yang seharusnya menjadi solusi bagi masalah pertanian di wilayah Omben kini justru menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan. Akankah pemerintah daerah dan DPRD Sampang bergerak cepat untuk menangani masalah ini? Masyarakat menanti aksi nyata, bukan sekedar janji.;;;;;;;

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru