Proyek Peningkatan Jalan Rahayu-Pasarenan Terancam Tak Rampung Tepat Waktu.

- Redaksi

Jumat, 6 Desember 2024 - 13:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang (ANGKAT BERITA) – Proyek peningkatan jalan Rahayu-Pasarenan yang dikerjakan oleh PT Mashur Jaya semakin menjadi sorotan. Dengan pagu anggaran Rp 2.500.680.000,00 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU Earmark), proyek ini dijadwalkan rampung pada 24 Desember 2024. Namun, hingga kini progres pengerjaan baru mencapai 40%, sementara batas waktu tinggal sekitar 20 hari lagi.

Proyek yang dimulai Kontrak pada 24 September 2024 ini mencakup pekerjaan konstruksi beton bertulang, drainase, pekerjaan tanah, hingga perkerasan berbutir.

Namun, pantauan di lapangan mengungkap sejumlah permasalahan, mulai dari bahan campuran yang tidak sesuai spesifikasi, ketebalan agregat yang kurang, hingga tidak digunakannya alat berat seperti wales untuk pemadatan. Kamis (06/12/24)

Situasi semakin diperburuk dengan jumlah tenaga kerja yang sangat minim, hanya terlihat dua pekerja di lokasi.

Baca Juga :  Sat Res Narkoba Polres Langkat Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkotika: Pria dengan 95,66 Gram Sabu Ditangkap

Keterlambatan dan ketidaksesuaian dalam pengerjaan ini telah memicu spekulasi bahwa PT Mashur Jaya, sebagai pelaksana proyek, berpotensi masuk daftar hitam (blacklist) apabila gagal menyelesaikan proyek tepat waktu atau tidak memenuhi standar kualitas.

Saat dikonfirmasi, Kabid Jalan Dinas PUPR Kabupaten Sampang, Zahron, menyampaikan bahwa dirinya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Kami terus berkoordinasi dengan Rekanan dan Konsultan pengawas lapangan, Kami upayakan bisa selesai dengan waktu yg tersisa” Ucap zahron

Lambatnya progres pengerjaan proyek ini. “Dengan waktu tinggal sedikit, jika tidak ada perbaikan signifikan, PT Mashur Jaya terancam di-blacklist, ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera bertindak,” ujar Maz ULUL salah satu pengamat infrastruktur.

Baca Juga :  Gotong Royong Satgas Yonif 521/DY Bersama Masyarakat Buka Lahan Baru Untuk Swasembada Pangan di Eragayam

Warga setempat pun menyampaikan keprihatinan mereka atas minimnya tenaga kerja dan lambannya pengerjaan proyek. “Saat kami ke lokasi, hanya ada dua pekerja. Kami berharap pelaksana segera menambah pekerja dan mempercepat pekerjaan agar bisa selesai tepat waktu,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan menunjang pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Namun, dengan keterlambatan yang signifikan dan dugaan ketidaksesuaian teknis, masyarakat mulai mempertanyakan pengawasan pihak terkait.

Masyarakat mendesak pihak pelaksana dan Dinas PUPR Kabupaten Sampang segera mengambil langkah tegas, termasuk menambah jumlah pekerja dan memastikan pengerjaan sesuai spesifikasi. Langkah ini penting untuk menghindari sanksi berat, seperti pemutusan kontrak atau dimasukkannya PT Mashur Jaya ke dalam daftar hitam.

;;;;;;;

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru