Proyek Drainase di Desa Brasau, Kecamatan Tungkal Ulu, Tanjung Jabung Barat, Diduga Tak Sesuai Regulasi

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024 - 12:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Drainase di Desa Brasau, Kecamatan Tungkal Ulu, Tanjung Jabung Barat

Tungkal Ulu, (ANGKAT BERITA) — Proyek pembangunan drainase di Desa Brasau, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang menggunakan alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp. 193.864.091, kini menuai sorotan dan dugaan bahwa pengerjaannya tidak sesuai dengan standar regulasi yang berlaku.

Berdasarkan pantauan langsung tim media di lapangan, ditemukan indikasi bahwa kualitas konstruksi proyek ini dinilai kurang kokoh. Tampak pada beberapa titik, campuran semen yang digunakan terlihat tidak optimal, sementara lebar pinggiran plengsengan hanya selebar batu bata, yang seharusnya memiliki lebar yang lebih memadai untuk menjaga ketahanan konstruksi drainase tersebut. Kondisi ini memicu kecurigaan publik akan adanya praktik markup atau pengurangan material dalam pelaksanaan proyek.

Baca Juga :  Cerita Anak Penjual Pentol Lulus Jadi Prajurit TNI

Pihak Desa Brasau yang dihubungi media membenarkan bahwa proyek drainase ini memang dibiayai dari Dana Desa dan telah dimulai pengerjaannya sejak September 2024. Namun, ketika dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan kualitas dan standar pekerjaan, pihak desa enggan memberikan tanggapan yang lebih rinci.12/11

Dalam upaya memperjelas permasalahan ini, pihak media berencana untuk melayangkan surat resmi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta dinas terkait lainnya. Surat tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi dan memastikan bahwa proyek drainase ini sesuai dengan standar kualitas dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Masyarakat Desa Brasau mengharapkan adanya transparansi dalam penggunaan Dana Desa serta kualitas proyek yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Kami ingin agar dana desa yang kami percayakan benar-benar digunakan sesuai keperluan, sehingga proyek ini bukan hanya sekedar selesai tapi juga bermanfaat dalam waktu yang lama.”

Baca Juga :  Satreskrim Polres Muratara Amankan Pelaku KDRT di Rawas Ilir

Dengan adanya dugaan penyimpangan ini, diharapkan pihak DPMD dan pengawas proyek segera turun tangan untuk melakukan inspeksi lapangan. Langkah ini diperlukan demi memastikan adanya akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek yang menggunakan anggaran pemerintah, demi mewujudkan pembangunan yang berkualitas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program Dana Desa.

— Bersambung.

;;;;;;;

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru