Bangkalan. Angkatberita.id
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat rakyat dan menegakkan konstitusi saat menghadiri acara besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026..
Dalam pidatonya, Prabowo secara khusus mengingatkan kembali sumpah jabatan yang telah diucapkannya ketika dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
Di hadapan para kiai, ulama, dan ribuan warga yang hadir, Prabowo menegaskan bahwa jabatan presiden bukanlah kekuasaan semata, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bangsa, dan negara.
“Saya disumpah di hadapan rakyat ketika dipilih menjadi presiden. Saya akan menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Dasar 1945 dan hukum yang berlaku, demi kepentingan rakyat, bangsa, dan tanah air,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasinya kepada Nahdlatul Ulama yang dinilainya memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga kekuatan nasional yang memiliki semangat patriotisme dan kecintaan yang tinggi terhadap Indonesia.
Ia menilai para kiai dan ulama yang berada di dalam tubuh NU sangat dekat dengan masyarakat, terutama di pedesaan. Kedekatan itu membuat mereka memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“NU selalu hadir memberikan kontribusi ketika bangsa membutuhkan. Para ulama dan kiai memahami denyut kehidupan rakyat karena mereka hidup bersama masyarakat,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung peran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menurutnya berasal dari rakyat dan bertugas untuk melindungi kepentingan rakyat serta menjaga keutuhan negara.
Dalam pidatonya, Presiden tidak menutupi berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia. Ia mengakui masih terdapat berbagai penyimpangan yang terjadi di sejumlah lembaga negara, termasuk praktik-praktik yang merugikan kepentingan bangsa.
Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya akan berupaya memperbaiki tata kelola negara dan memastikan kekayaan Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
Ia bahkan melontarkan pernyataan tegas mengenai pentingnya menjaga kekayaan nasional agar tidak terus mengalir ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Hanya bangsa yang bodoh yang meneruskan sistem yang membuat kekayaan bangsanya sendiri mengalir ke bangsa lain, bukan untuk rakyatnya sendiri,” kata Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.
Penegasan tersebut menjadi salah satu bagian paling kuat dalam pidato Presiden. Di hadapan para alim ulama dan tokoh masyarakat, Prabowo kembali meneguhkan sumpah jabatannya untuk bekerja bagi kepentingan rakyat, menjaga kedaulatan negara, serta mengupayakan terwujudnya Indonesia yang lebih makmur, adil, dan sejahtera.
Pidato itu sekaligus menjadi pesan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun individu, sebagaimana amanat yang telah diikrarkan saat menerima mandat rakyat sebagai Presiden Republik Indonesia.
#Robin

Komentar