Pondasi Lemah, Proyek Revitalisasi SDN Madupat 1 Sampang Mulai Disorot Publik

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 10:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, (ANGKAT BERITA) — Proyek revitalisasi bangunan UPTD SDN Madupat 1 Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mulai menuai sorotan publik.

Hasil investigasi lapangan pada awal Oktober 2025 menemukan dugaan ketidaksesuaian pekerjaan pondasi dengan standar teknis konstruksi bangunan permanen.

Pantauan langsung di lokasi memperlihatkan pondasi  tersebut dikerjakan menggunakan batu kapur putih berpori dan pasir bercampur tanah, material tersebut dinilai tidak memiliki daya dukung kuat untuk pondasi bangunan, terlebih untuk fasilitas pendidikan yang diharapkan bertahan dalam jangka panjang.

Selain mutu material, pemadatan dasar pondasi dinilai sangat minim, beberapa titik pekerjaan tidak terlihat dilapisi lean concrete atau lantai kerja beton tipis yang seharusnya menjadi pengikat pondasi agar lebih stabil, kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kekuatan struktur bangunan secara keseluruhan.

Baca Juga :  Insiden 7 Mahasiswa Polindra, Ade Syarif : Tidak Ada Izin Resmi Dari Kampus  

Padahal, proyek revitalisasi ini menelan anggaran Rp 813.769.324 , yaitu bangunan Ruang kelas dan MCK yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025, pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender, mulai September hingga 31 Desember 2025, dan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Pemerhati konstruksi, Roif Fitrianto, S.T., mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan fasilitas publik, terutama sekolah. Ia menilai pondasi tidak boleh dikerjakan dengan cara seadanya karena menjadi penentu kekuatan bangunan.

“Pondasi itu bagian paling penting dalam struktur bangunan, kalau material dasarnya lemah, bangunan akan cepat retak, rusak, bahkan bisa membahayakan keselamatan pengguna,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Fitnah MBG Bergulir di Polres Sampang

“Revitalisasi sekolah bukan sekedar bangun cepat, harus kuat, aman, dan sesuai standar. Ini tanggung jawab moral dan teknis,” tegasnya. Minggu (12/10)

Hingga pertengahan Oktober 2025, belum ada pernyataan resmi dari pelaksana atau pengawas proyek. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah turun tangan melakukan pengawasan langsung, agar pekerjaan proyek Revitalisasi UPTD SDN Madupat 1 benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis.

Proyek pembangunan sekolah semestinya menjadi investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan, bukan hanya sekedar penyerapan anggaran. Kualitas pondasi menjadi kunci utama agar bangunan sekolah aman, kuat, dan tahan lama.

Berita Terkait

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Ditetapkan Tersangka, SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Disabilitas Warga Camplong Diterima Kejari Sampang
Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Rawas, Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Ditetapkan Tersangka, SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Disabilitas Warga Camplong Diterima Kejari Sampang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru