Pengadaan Seragam Rp 3 Miliar, Pemuda Sumenep Desak Pemkab Libatkan Penjahit Lokal

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025 - 13:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Nawawi, pemuda peduli UMKM

Sumenep, angkatberita.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep pada tahun 2025 menganggarkan lebih dari Rp 3 miliar untuk pengadaan seragam sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).

Program ini diharapkan meringankan beban pendidikan masyarakat. Namun, muncul desakan agar proyek besar ini tidak hanya bernilai seremonial, melainkan juga berdampak nyata pada perputaran ekonomi lokal.

Ahmad Nawawi, pemuda peduli Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), menegaskan agar Pemkab Sumenep, khususnya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, memberdayakan penjahit serta pengusaha kain lokal dalam proses pengadaan.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Korban Datangi Mabes Polri, Kawal Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Polisi di Sumenep

“Saya minta agar pemerintah tidak melupakan UMKM. Libatkan penjahit dan pengusaha kain lokal. Ini penting supaya anggaran miliaran rupiah benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Menurut Nawawi, melibatkan penjahit lokal akan menghadirkan multiplier effect bagi ekonomi Sumenep. Tidak hanya membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan pengusaha kecil, langkah ini juga akan menumbuhkan perputaran uang di tingkat daerah.

“Kalau dikerjakan oleh penjahit lokal, kualitas seragam pasti lebih terjamin karena mereka paham kebutuhan sekolah di Sumenep. Selain itu, biaya transportasi dan logistik bisa ditekan. Jadi, manfaatnya lebih banyak,” tegasnya.

Baca Juga :  Cek Lapangan, TA BBWS Minta Proyek HIPPA Rabasan Indah Dibongkar

Ia mengingatkan agar program pengadaan seragam ini tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, apalagi jika pengerjaan dialihkan keluar daerah.

“Jangan sampai program ini bagus di atas kertas, tapi tidak memberi dampak bagi UMKM lokal. Anggaran Rp 3 miliar lebih itu sangat besar, harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumenep sendiri,” pungkas Nawawi. (Asm)

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru