Kasus DBD di Sampang Meningkat, Dinkes Imbau Masyarakat Tingkatkan PHBS

- Redaksi

Kamis, 19 Desember 2024 - 19:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Sampang

SAMPANG ( ANGKAT BERITA) – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sampang pada tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, tercatat ada 604 kasus DBD hingga November 2024, meningkat tajam dibandingkan dengan 285 kasus pada tahun 2023.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes KB Sampang, Samsul Hidayat, mengungkapkan bahwa lonjakan ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Tingginya jumlah penderita DBD ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang sering berubah-ubah serta adanya genangan air di lingkungan yang memungkinkan nyamuk Aedes aegypti berkembang biak,” jelas Samsul, Kamis (19/12/2024).

Baca Juga :  Aliansi Madura Indonesia (AMI) Dukung Penuh Revisi UU Ormas/LSM Demi Selamatkan Marwah Organisasi

Ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan langkah 3M Plus, yaitu Menutup, Menguras, dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menghindari genangan air dan area dengan pohon rimbun.

“Kami berharap gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dapat membantu menekan angka kasus DBD di wilayah ini,” tambahnya.

Rapat Koordinasi Lintas Sektor
Sebagai langkah penanganan, Penjabat (Pj) Bupati Sampang bersama Dinkes KB telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan Kodim 0828 Sampang, Polres Sampang, dan 22 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Fokus utama rapat ini adalah mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan, baik di rumah maupun di area publik.

“Dengan meningkatnya PHBS di masyarakat, kami optimis dapat menekan penyebaran DBD,” tegas Samsul.

Baca Juga :  BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIDOARJO “ADU MEKANIK”, PENDOPO DIKIRA RING TINJU, WARGA HANYA BISA PASANG TARUHAN DOA

Mayoritas Pasien DBD Anak-Anak
Plt Direktur RSUD dr. Muhammad Zyn, dr. Bhakti Setyo, menyebutkan bahwa sebagian besar pasien DBD yang dirawat adalah anak-anak. Ia juga mengungkapkan bahwa selain DBD, banyak pasien yang dirawat akibat infeksi saluran pernapasan dan penyakit lain yang umum terjadi di musim pancaroba.

“Sejak 1 hingga 12 Desember 2024, kami telah menangani sekitar 80 kasus DBD di rumah sakit,” ungkap Bhakti.
Dengan tingginya angka kasus DBD, pihak RSUD dan Dinkes KB berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Upaya bersama, baik dari masyarakat maupun pemerintah, diharapkan mampu menekan angka kasus DBD dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Sampang.

;;;;;;;

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Kelurahan Kraton Sajikan Konsep Kerohanian Warnai HUT RI ke-81.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru