Jalan Baru, Kualitas Buruk, Proyek Jalan Desa Buker-Karang Anyar Berpotensi Rugikan Negara!

- Redaksi

Kamis, 5 Desember 2024 - 08:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang (ANGKAT BERITA)– Proyek peningkatan infrastruktur jalan Desa Buker, Kecamatan Jrengik, menuju Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, yang menelan anggaran Rp 3,37 miliar dari APBD Kabupaten Sampang 2024, diduga kuat menyimpan segudang kejanggalan.

Temuan ini mengindikasikan potensi kerugian negara dan menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum.

Hasil investigasi Tim Media Informasi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menunjukkan fakta mencengangkan. Volume pekerjaan tidak konsisten dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Lebar jalan bervariasi antara 330 cm hingga 390 cm, ketebalan beton hanya 10 cm hingga 20 cm, jauh dari standar yang seharusnya. Bahkan, panjang jalan yang dikerjakan diragukan kesesuaiannya dengan kontrak.

Lebih parahnya lagi, ditemukan banyak retakan pada betonisasi yang baru saja dikerjakan. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa kualitas proyek ini buruk dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan negara.

Baca Juga :  Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Hilang Misterius, Keluarga Laporkan ke Polisi!

Minimnya Akuntabilitas dari Pihak TerkaitIronisnya, ketika dimintai klarifikasi, pihak-pihak terkait justru terkesan menghindar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang, Moh. Ziz, tidak dapat ditemui di kantornya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang. Upaya komunikasi melalui telepon dan WhatsApp juga tidak direspons.

Lebih mengecewakan lagi, pihak pelaksana proyek, CV. Mashur Jaya, tidak memiliki kejelasan keberadaan. Alamat kantor dan identitas direktur perusahaan hingga kini tidak dapat ditemukan, memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek ini.Melihat situasi ini, pihak berwenang seperti kejaksaan, kepolisian, dan Inspektorat Kabupaten Sampang harus segera turun tangan.

Proyek ini harus diaudit secara menyeluruh, termasuk melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk memastikan semua anggaran digunakan sesuai aturan dan spesifikasi teknis.Proyek dengan nomor kontrak 01.34/3.02/kontrak DBHCHT/434.207/VIII/2024 ini harus menjadi perhatian serius, mengingat anggarannya yang besar namun pelaksanaannya diduga penuh penyimpangan.

Baca Juga :  Menyambut Perayaan Natal Satgas Yonif 521/DY Dirikan Pondok dan Pohon Natal di Muaranawa

Aparat penegak hukum harus tegas, tidak hanya menindak pelaksana proyek tetapi juga mengusut potensi keterlibatan oknum di dinas terkait yang lalai atau mungkin terlibat dalam praktek ini.Kepentingan Publik di Ujung Tanduk

Rakyat Kabupaten Sampang berhak mendapatkan infrastruktur yang layak, bukan proyek yang dikerjakan asal-asalan dengan risiko kerugian besar. Jika praktik semacam ini dibiarkan, hal itu bukan hanya pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat, tetapi juga ancaman nyata terhadap kredibilitas pemerintahan daerah.Masyarakat, media, dan lembaga pengawas lainnya diimbau terus mengawal proyek ini hingga tuntas. Jangan biarkan uang rakyat habis untuk proyek tanpa manfaat, sementara pelaku penyimpangan lepas dari jerat hukum.

;;;;;;;

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru