Bukan Modus Langkah Cepat Kades Boboh Tanggapi Aduan Warga Siap Gelar Musdus

- Redaksi

Kamis, 29 Mei 2025 - 13:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik || Jatim Angkatberita.id

Pemerintah Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan atas respons cepat dalam menindaklanjuti sejumlah aduan masyarakat terkait kinerja perangkat desa, khususnya Kepala Dusun (Kasun) Gantang, Irawan. Langkah konkrit tersebut diwujudkan dalam bentuk rencana penyelenggaraan Musyawarah Dusun (Musdus), yang dijadwalkan selasa minggu depan oleh kepala desa

Konferensi pers yang digelar di Balai Desa Boboh pada Senin (26/5) siang dihadiri oleh Kepala Desa Boboh beserta jajarannya, termasuk Sekretaris Desa dan Kepala Dusun Gantang sendiri. Turut hadir pula belasan jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional yang ingin mengonfirmasi langsung langkah yang akan diambil oleh pemerintahan desa atas keresahan warga.

Kepala Desa Boboh dalam keterangannya menegaskan bahwa Pemerintah Desa memandang serius seluruh aspirasi masyarakat. Ia menyebut bahwa Musdus akan menjadi forum formal untuk mendengar langsung suara warga serta mengevaluasi kinerja Kepala Dusun secara terbuka.

“Kami tidak ingin berasumsi sepihak. Oleh karena itu, kami akan memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya secara langsung. Apakah kepemimpinan Kepala Dusun Gantang masih layak dilanjutkan, atau sudah saatnya dilakukan regenerasi. Semua akan kami dengar dalam Musdus,” tegas Kepala Desa Boboh.

Baca Juga :  Karya Bhakti Korem 083/Bdj Diikuti 550 Personel di Supiturang, Wujud Kepedulian TNI AD Pasca Bencana

Beliau menambahkan bahwa forum Musdus nantinya akan dihadiri oleh seluruh elemen penting di desa, mulai dari tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW, serta para pemuda dan tokoh agama.

Kritik terhadap Kepala Dusun Gantang, Irawan, mencuat setelah sejumlah warga mengeluhkan kurangnya kehadiran dan keterlibatan yang bersangkutan dalam kegiatan sosial maupun penanganan masalah di wilayahnya. Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa mereka kesulitan menemui Kasun saat membutuhkan bantuan administratif atau mediasi masalah kampung.

Sebagai respons, Irawan hadir dalam konferensi pers tersebut dan menyatakan kesiapannya menerima segala hasil dari Musdus.

“Saya siap dievaluasi dan menerima keputusan bersama. Kalau memang masyarakat menilai saya belum optimal, saya siap memperbaiki diri,” ujar Irawan singkat.

Menambah bobot acara tersebut, Ketua Presidium Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Gus Aulia, hadir memberikan pandangan. Ia mengapresiasi langkah Kepala Desa Boboh yang dinilainya mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas di tingkat pemerintahan desa.

Gus Aulia juga menyinggung pentingnya seluruh perangkat desa bekerja sesuai aturan yang berlaku. Ia merujuk pada Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 yang merupakan perubahan atas Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Baca Juga :  Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Akhir Anggaran 2024

“Kinerja perangkat desa, termasuk kepala dusun, harus sejalan dengan amanah regulasi tersebut. Jika terbukti lalai atau tidak menjalankan tugasnya secara optimal, maka sanksi administratif bahkan pemberhentian bisa dipertimbangkan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa media berperan penting dalam mengawal jalannya pemerintahan yang bersih dan responsif terhadap rakyat.

Beberapa warga yang ditemui usai konferensi pers mengaku puas dengan sikap terbuka yang ditunjukkan oleh pemerintah desa. Mereka berharap Musdus nanti benar-benar menjadi momentum perubahan yang berdampak langsung pada pelayanan publik di tingkat dusun.

“Kami ingin kasun yang benar-benar hadir, bisa diajak bicara, dan peduli dengan persoalan kami. Kalau yang sekarang dinilai belum memenuhi itu, ya kami minta perbaikan atau pergantian,” ujar salah satu warga Gantang,

Dengan digelarnya Musdus yang direncanakan dalam waktu dekat di Dusun Gantang kembali menegaskan komitmennya sebagai Dusun yang inklusif, terbuka terhadap kritik, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat kini menanti hasil konkret dari forum tersebut, yang diharapkan bisa membawa perubahan positif bagi pelayanan

Gendut##

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru