Bangkalan. Angkatberita.id
Keluhan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bangkalan terkait kualitas beras bantuan pangan yang dinilai kurang layak konsumsi menjadi buah bibir masyarakat. Bahkan, sebagian penerima mengaku tidak mengonsumsi beras tersebut dan memilih memanfaatkannya sebagai pakan ternak. Kondisi seperti ini muncul pertanyaan serius mengenai kualitas beras yang disalurkan, mekanisme pengawasan distribusi, serta prosedur pengaduan yang dapat ditempuh masyarakat apabila menemukan bantuan pangan yang tidak sesuai standar.
Sebagai program pemerintah yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, kualitas beras yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi aspek penting yang tidak dapat diabaikan.
Menyikapi berbagai keluhan yang berkembang, Anam selaku ketua Pejalan (Perkumpulan Jurnalis Bangkalan) dan bahkan Reyhan salah satu aktivis Bangkalan, kondisi seperti itu menurut mereka diperlukan penjelasan dari beberapa pihak penyelenggara untuk memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat terkait standar mutu beras bantuan, proses penyaluran, serta langkah yang dapat dilakukan apabila ditemukan beras yang diduga tidak layak konsumsi.
Terkait hal tersebut, Alvin selaku Koordinator Kabupaten (Korkab) Bangkalan penyelenggara program bantuan pangan, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, ia tidak menanggapi pertanyaan media untuk memberikan informasi tentang kondisi tersebut.
Media akan terus menggali informasi yang utuh dan valid untuk memberikan informasi kepada publik.

Komentar