Aparatur Desa Babakan Dinilai Abai, Korban Penganiayaan Nyaris Kehilangan Nyawa Tanpa Perlindungan

- Redaksi

Senin, 12 Mei 2025 - 18:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung ||angkatberita.id – Pemerintah Desa Babakan, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dinilai gagal memberikan perlindungan dan pendampingan terhadap warganya sendiri yang menjadi korban penganiayaan serius.

Sebelum laporan resmi teregister di Polresta Bandung pada 12 Mei 2025 dengan Nomor Pengaduan LP/B/286/V/2025/SPKT/POLRESTA BANDUNG/POLDA JABAR, keluarga korban telah berulang kali mencoba berkoordinasi dengan aparat RT dan RW setempat, namun tidak ada tindak lanjut berarti.

Ibu korban, Oom Komariah, menyampaikan kekecewaannya kepada media atas sikap pasif aparatur desa, khususnya RW yang diketahui bernama Dadang. Ia mengungkapkan sudah sejak awal menyampaikan adanya ancaman dari pelaku yang bernama Wandi, namun tidak pernah ditanggapi serius.

“Dari kemarin saya sudah coba hubungi RW Dadang soal ancaman dari Wandi. Saya anggap ini serius, tapi tidak ada bukti nyata kalau mereka benar-benar peduli. Sekarang lihat sendiri, anak saya jadi korban kekerasan sampai hampir meregang nyawa,” ujarnya geram.

Baca Juga :  Pekerjaan Rabat Beton di Karangpenang Onjur Tuai Sorotan, Anggaran Masih Misterius

Kekecewaan keluarga korban semakin bertambah saat upaya pelaporan ke Polsek Ciparay tidak bisa diproses karena tidak memiliki Unit PPA. Petugas hanya menyarankan untuk membuat laporan ke Polresta Bandung dengan pendampingan RW. Namun, RW Dadang kembali menunjukkan sikap pasif dan menyatakan tidak bisa mendampingi karena alasan harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan atasannya.

“Maaf, saya belum bisa dampingi. Ini saya masih koordinasi. Bisa ditunda besok? Soalnya saya juga sedang bersama keluarga pelaku,” ujar RW Dadang.

Pernyataan tersebut menyulut kemarahan pihak keluarga korban yang merasa diperlakukan tidak adil dan menjadi korban dari ketimpangan sosial.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Sarana,Prasarana Dan Utilitas SDN 4 Bugis Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Terindikasi Korupsi   

“Lucu sekali, yang mau dilaporkan itu kekerasan terhadap anak saya, tapi masih juga harus dikoordinasikan ke atasan. Seolah-olah nyawa anak saya tidak penting,” lanjut Oom Komariah dengan nada getir.

Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menuntut hak dasar anaknya sebagai warga negara untuk mendapatkan perlindungan hukum dan penanganan layak dari pihak berwajib.

“Saya hanya ingin anak saya mendapat perlindungan hukum sebagaimana mestinya. Jangan sampai kepolisian juga bersikap sama seperti aparatur desa,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan dan pelaporan resmi sudah dibuat di Polresta Bandung, pihak pemerintah desa Babakan masih belum menunjukkan niat untuk menemui atau berkoordinasi dengan keluarga korban.(asmuni)

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru