PAMEKASAN (ANGKAT BERITA) Pernyataan Guru Besar Sosiologi Pendidikan sekaligus Ketua Senat UIN Madura, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, M.A., yang mengangkat falsafah Madura “Jegeh Daporrah Dibi” memantik kritik dari kalangan aktivis.
Salah satunya datang dari Moh. Zainal Arifin, aktivis sekaligus alumni UIN Madura, Ia menilai pesan yang disampaikan Prof. Achmad Muhlis justru bertolak belakang dengan kondisi internal kampus yang hingga kini dinilai masih menyisakan banyak persoalan.
“Kalau mengajak masyarakat menjaga dapurnya sendiri, seharusnya lihat dulu dapur UIN Madura, masih banyak yang perlu dibenahi daripada mengomentari hal-hal di luar kewenangannya,” ujar Zainal.
Ia membeberkan sejumlah persoalan yang menurutnya belum mendapat perhatian serius, mulai dari fasilitas parkir, jalan kampus yang rusak, gedung yang mengalami kerusakan, jaringan Wi-Fi yang kerap bermasalah, AC yang sering mati, hingga minimnya penerangan di malam hari.
Selain itu, ia juga menyinggung papan nama kampus, sistem pintu keluar-masuk yang dinilai tidak sesuai dengan arus lalu lintas, gaya kepemimpinan yang dianggap terlalu tersentral pada rektor, pengadaan mobil Hiace ganda, hingga kondisi gedung rektorat yang disebut telah mengalami keretakan.
“Persoalan-persoalan itu seharusnya menjadi perhatian Ketua Senat, benahi dulu rumah sendiri sebelum memberi nasihat kepada orang lain,” tegasnya.
Zainal menilai falsafah “Jegeh Daporrah Dibi” seharusnya diwujudkan terlebih dahulu dalam tata kelola kampus, bukan hanya disampaikan dalam ruang publik.
“Keteladanan lebih penting daripada sekedar retorika, jika ingin mengajak orang lain menjaga dapurnya, maka dapur sendiri harus lebih dulu tertata,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Zainal mengingatkan Prof. Achmad Muhlis dengan sebuah peribahasa yang menurutnya relevan.
“Mulutmu harimaumu, setiap ucapan memiliki konsekuensi, karena itu, sebelum menyampaikan kritik atau nasihat kepada pihak lain, pikirkan terlebih dahulu dampaknya dan pastikan apa yang disampaikan sejalan dengan kondisi yang dipimpin sendiri,” pungkasnya.

Komentar