
Sumenep||https://Angkatberita.id-Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi IV DPRD Sumenep membuat pejabat RSUD Dr H Moh Anwar Gelagapan. Pasalnya, rumah sakit pelat merah itu beberapa pekan terakhir dirundung berbagai persoalan.
Selain persoalan pegawai “siluman”, rumah sakit yang masuk kategori Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tak henti-hentinya diprotes soal buruknya pelayanan terhadap pasien dan keluarganya.
Ketua Aktivis Anti Korupsi Sumenep, Tolak Amir tidak menampik soal buruknya pelayanan di rumah sakit tersebut. “Bingung juga bercerita tentang RSUD Dr H Moh Anwar. Banyak cerita buruk di situ,” tuturnya.
Bahkan, kata mantan Presiden Mahasiswa salah satu kampus di Sumenep itu, kalau masih bisa dirujuk ke rumah sakit lain, secara pribadi dirinya memilih rumah sakit lain. Sebab, pelayanan di rumah sakit pelat merah itu sudah masuk kategori akut.
“Mau menghabiskan puluhan miliar pun (anggaran), tidak akan bisa memperbaiki. Kecuali dimulai dari pelayanan dulu dibenahi,” ujarnya.
Tolak Amir juga tidak segan memberi rating buruk. Apalagi, dia juga pernah menjadi korban buruknya pelayanan RSUD. “Bintang satu buat Rumah Sakit Moh Anwar,” tegasnya.
Selain itu, dia juga minta penegak hukum turun tangan untuk memantau persoalan yang ditengarai masuk kategori korupsi, terutama dalam penggajiannya.
Sementara, pimpinan RSUD gelagapan dengan kedatangan anggota komisi yang membidangi pengawasan pelayanan kesehatan. Banyak dari mereka yang kebingungan.
“Yang paling kelihatan, salah satu pimpinan menunjukkan raut muka shock (terkejut),” kata salah satu pegawai RSUD yang enggan disebutkan namanya. Pimpinan yang dimaksud menerima tunjangan yang fantastis.
Seperti diberitakan, terdapat 14 pimpinam RSUD Dr H Moh Anwar yang diduga mendapat tunjangan menggiurkan tiap bulannya. Ironisnya, meski tunjangannya mereka dobel, tapi tak membuat pelayanan RSUD lebih baik.
Total tunjangan terhadap 14 pimpinan berjumlah Rp 405.054.163 di salah satu bulan pada awal 2025. Jumlah itu terdiri dari jaspel penjaminan, jaspel pasien umum, dan tunjangan tetap.
Keempat belas pimpinan yang memperoleh tunjangan fantastis itu antara lain, Direktur Rp 64.480.753 dan Kabag Rp 37.206.705. Di RSUD Dr H Moh Anwar, masing-masing pimpinan itu dijabat oleh satu orang.
Kemudian, Kabid perolehannya sama dengan Kabag, yaitu masing-masing Rp 37.206.705. Jumlah Kabid di rumah sakit itu tiga orang.
Sedangkan Kasubbag dan Kasi juga sama, yaitu masing-masing memperoleh Rp 21.360.000. Jumlah Kasubbag di tempat itu berjumlah 3 orang dan kasi 6 orang.
Hanya saja meski diberi segepok tunjangan, tapi pelayanan di rumah sakit itu tetap jauh dari harapan.(Asm)







Komentar