Abaikan Koordinasi , Proyek Jembatan di Mangar Diduga Cacat Prosedur.

- Redaksi

Minggu, 7 September 2025 - 08:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penampakan Proyek Jembatan Yang diduga Siluman

Pamekasan, angkatberita.id – Pembangunan jembatan di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, terus menuai sorotan.

Pasalnya, Proyek yang diduga bersumber dari APBD itu dilaksanakan tanpa pemberitahuan resmi kepada Kepala Desa Mangar.

Kepala Desa Mangar mengaku kaget ketika mendapat laporan masyarakat soal adanya pekerjaan jembatan, menurutnya, pelaksana proyek tidak pernah melakukan koordinasi dengan dirinya selaku penanggung jawab wilayah.

“Awalnya saya tidak tahu sama sekali. Setelah saya tegur, pekerja proyek hanya bilang sudah pamit ke Sekdes, ini aneh, kenapa hanya ke Sekdes, bukan ke kepala desa langsung? Padahal tanggung jawab wilayah ada pada saya,” tegas Kades Mangar, Rabu (3/9/2025).

Praktik semacam ini dinilai menabrak aturan tata kelola pemerintahan, sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 26 ayat (4) huruf f, kepala desa memiliki kewenangan mengkoordinasikan pembangunan di desa secara partisipatif, selain itu, Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 menegaskan bahwa setiap program pembangunan daerah yang bersumber dari APBD harus direncanakan melalui musrenbang mulai dari tingkat desa, dengan demikian, kepala desa tidak boleh dilewati dalam proses koordinasi.

Baca Juga :  Korban Arisan Bodong Laporkan Ketua Ke Polres Sampang, Kerugian Capai Puluhan Juta. 

Konsekuensi jika koordinasi diabaikan:

Administratif: proyek rawan jadi temuan Inspektorat Daerah karena melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Maladministrasi: bisa dilaporkan ke Ombudsman RI karena menyalahi tata kelola pemerintahan yang baik.

Sosial: memicu keresahan warga dan menimbulkan tudingan proyek siluman.

Hukum: membuka celah dugaan penyalahgunaan anggaran jika terbukti ada ketidakjelasan sumber dana.

Baca Juga :  Akuan Abung: Rekam Jejak Baik Adalah Syarat Utama Calon Sekda Lampura

Di sisi lain, informasi lapangan mengaitkan proyek ini dengan seseorang bernama Pak Adi Cegug, meski hingga kini belum jelas siapa instansi resmi pelaksana maupun sumber anggarannya.

Ketua LSM Forum Kawal Pembangunan (FKP) Pamekasan, M. Hasan, menilai proyek ini cacat prosedur sejak awal. “Kalau benar hanya pamit ke Sekdes, itu jelas menyalahi mekanisme, kepala desa adalah pemimpin wilayah, sehingga wajib dilibatkan, kami mendesak aparat penegak hukum dan inspektorat segera turun tangan,” tegasnya. Minggu (07/09)

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih bungkam, sementara keresahan warga Desa Mangar terus menggurita karena proyek pembangunan yang seharusnya membawa manfaat justru menimbulkan misteri dan kecurigaan.

 

(BBG)

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru