Oknum Polisi di Sampang Diduga Jarang Ngantor, Tapi Lancar Koordinir Setoran Ilegal

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025 - 19:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Dugaan praktek kotor kembali mencoreng institusi kepolisian di Sampang, seorang oknum polisi bernama Aipda Rendra Hermansyah, mantan PS Kanit Tipidter yang kini beralih nama menjadi Tipidsus, disorot lantaran disebut jarang ngantor namun tetap leluasa mengatur setoran haram dari bisnis ilegal.

Dilansir dari Media jawapes.co.id, meski absen berbulan-bulan, oknum tersebut tetap dianggap “kunci” dalam menyalurkan uang dari pengusaha rokok ilegal hingga tambang gelap. Bahkan, setiap ada pergantian Kapolres maupun Kasatreskrim, posisinya disebut selalu aman.

Baca Juga :  KEBALHUKUM..!! SULAIMAN MENYALAHGUNAKAN JABATAN SELAKU KASUN PADANGAN DESA RANDUPADANGAN MENGANTI GRESIK DAN HASAN MANTAN RT KOMERSILKAN AIR SUMUR BOR TANPA MENGANTONGI IJIN SIPA DIDUGA ILEGAL DAN MELAWAN HUKUM

“Dia jarang sekali hadir di kantor. Tapi urusan setoran, tetap jalan,” ungkap sumber terpercaya di internal.

Seorang pengusaha rokok ilegal di Kecamatan Banyuates, Sampang, yang enggan disebut namanya, mengaku setoran mencapai jumlah fantastis.

“Kurang lebih Rp90 juta setiap bulan,” ujarnya.

Ditanya soal arah aliran dana, pengusaha itu menolak menjawab rinci. “Saya masih di Kalimantan, kalau sudah di Madura nanti bisa ketemu langsung, biar jelas semuanya,” katanya.

Baca Juga :  Kerusakan CT Scan RSUD Sampang Picu Kemarahan Warga, Anggaran Miliaran Jadi Sorotan

Saat dimintai konfirmasi Oleh Media jawapes.co.id terkait tuduhan mengoordinasi setoran ilegal se-Sampang, oknum Aipda Rendra memilih bungkam, panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan tidak direspon.

Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, hanya memberi jawaban singkat.

“Mohon waktu, mau dikoordinasikan dengan pimpinan,” ucapnya.

Publik kini bertanya-tanya, benarkah ada jaringan besar di balik nama oknum Aipda Rendra? Ataukah kasus ini hanya akan dibiarkan tenggelam tanpa kejelasan?

 

Sumber: jawapes.co

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru