Muncul Reaksi Tegas dari Kadinkes Bangkalan Terkait Dugaan Pungli di Puskesmas

- Redaksi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 07:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131074

Bangkalan (ANGKAT BERITA)  Sempat mencuat berita adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga medis di beberapa puskesmas mengaku dimintai uang dalam proses kenaikan pangkat. Nominalnya bervariasi, antara 250 ribu hingga 1,5 juta, dengan alasan biaya administrasi yang disebut akan disetorkan ke staf Dinkes.

Kabar ini langsung mendapat tanggapan tegas dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bangkalan, Nur Khotibah. Ia menolak keras adanya pungutan semacam itu dan berjanji akan menindak tegas jika terbukti benar.

“Saya nyatakan di lingkungan Dinas Kesehatan ini tidak ada pungutan seperti itu. Bila benar ada, akan saya tindak tegas pelakunya,” tegasnya, Kamis (3/10).

Baca Juga :  Dua Pengacara Muda Perkuat Barisan dan Soliditas WPK di Bangkalan.

Dijelaskan, pernyataan tersebut juga sejalan dengan komitmen Bupati Bangkalan yang sejak awal menegaskan sikap zero pungli dan mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja dengan transparan serta akuntabel.

“Itu sudah menjadi komitmen Bupati untuk membangun Bangkalan,” katanya.

Namun, munculnya dugaan pungli di lapangan menimbulkan pertanyaan serius tentang sejauh mana komitmen itu dijalankan.

Tim media mencoba menelusuri informasi ke Puskesmas Jeddih, Kecamatan Socah, Kamis (9/10). Saat itu, drg. Purwanti selaku kepala puskesmas (kapus) tidak berada di tempat.

Baca Juga :  Ponpes Nurul Karomah Tegaskan Tak Lindungi Pelaku dan Dukung Penegakan Hukum

“Ruangannya di atas, Pak. Tapi Bu Kapus sedang tidak ada. Mungkin bisa dihubungi lewat telepon,” ujar salah satu staf.

Upaya konfirmasi dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun Purwanti tidak memberikan jawaban, meski pesan telah dibaca. Pertanyaan terkait dugaan pungutan administrasi itu pun belum mendapat klarifikasi hingga berita ini diterbitkan.

Sikap diam tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya praktik tidak wajar di lapangan. Publik kini menunggu langkah nyata dari Kadinkes Nur Khotibah dan Bupati Bangkalan untuk membuktikan komitmen pemerintahan bersih yang selama ini digaungkan.

 

Robin

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru