
SAMPANG, (ANGKAT BERITA) — Proyek revitalisasi bangunan UPTD SDN Madupat 1 Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mulai menuai sorotan publik.
Hasil investigasi lapangan pada awal Oktober 2025 menemukan dugaan ketidaksesuaian pekerjaan pondasi dengan standar teknis konstruksi bangunan permanen.
Pantauan langsung di lokasi memperlihatkan pondasi tersebut dikerjakan menggunakan batu kapur putih berpori dan pasir bercampur tanah, material tersebut dinilai tidak memiliki daya dukung kuat untuk pondasi bangunan, terlebih untuk fasilitas pendidikan yang diharapkan bertahan dalam jangka panjang.
Selain mutu material, pemadatan dasar pondasi dinilai sangat minim, beberapa titik pekerjaan tidak terlihat dilapisi lean concrete atau lantai kerja beton tipis yang seharusnya menjadi pengikat pondasi agar lebih stabil, kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kekuatan struktur bangunan secara keseluruhan.
Padahal, proyek revitalisasi ini menelan anggaran Rp 813.769.324 , yaitu bangunan Ruang kelas dan MCK yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025, pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender, mulai September hingga 31 Desember 2025, dan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Pemerhati konstruksi, Roif Fitrianto, S.T., mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan fasilitas publik, terutama sekolah. Ia menilai pondasi tidak boleh dikerjakan dengan cara seadanya karena menjadi penentu kekuatan bangunan.
“Pondasi itu bagian paling penting dalam struktur bangunan, kalau material dasarnya lemah, bangunan akan cepat retak, rusak, bahkan bisa membahayakan keselamatan pengguna,” ujarnya.
“Revitalisasi sekolah bukan sekedar bangun cepat, harus kuat, aman, dan sesuai standar. Ini tanggung jawab moral dan teknis,” tegasnya. Minggu (12/10)
Hingga pertengahan Oktober 2025, belum ada pernyataan resmi dari pelaksana atau pengawas proyek. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah turun tangan melakukan pengawasan langsung, agar pekerjaan proyek Revitalisasi UPTD SDN Madupat 1 benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis.
Proyek pembangunan sekolah semestinya menjadi investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan, bukan hanya sekedar penyerapan anggaran. Kualitas pondasi menjadi kunci utama agar bangunan sekolah aman, kuat, dan tahan lama.








Komentar