Proyek Pembangunan Drainase Didesa TanjungKerta Diduga Tidak Sesuai Spek Dan Terindikasi Korupsi   

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu, – angkatberita.id

Proyek Pembangunan Saluran Drainase didesa Tanjungkerta kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu diduga tidak sesuai spek dan Terindikasi korupsi yang mengakibatkan hasil pembangunan Saluran drainase yang tidak maksimal dan juga mengakibatkan kerugian negara. Selasa (14/10/2025)

 

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum) Melalui Bidang Perumahan, Penyehatan Lingkungan (PPL) yakni melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai dalam daerah kabupaten atau kota. Proyek Pembangunan Drainase tersebut berlokasi didesa Tanjungkerta blok kantor Balai desa Tanjungkerta kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, dengan nilai kontrak Rp 164.917.000 , dan waktu pelaksanaan 3 bulan kalender, Sumber dana dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga :  Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 1 Bugis Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Terindikasi Korupsi   

Dari investigasi Tim LSM Penjara Indonesia di lapangan sesuai dengan Tupoksi nya sebagai kontrol sosial diduga ada korupsi dana APBD tahun anggaran 2025

yakni proyek Pembangunan Drainase desa Tanjungkerta Blok Balai desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu.

Baca Juga :  Pelaku Kabur Hingga Ke Pantura!Tekab 308 Tulang Bawang Kepung Dan Tuntaskan Drama Penggelapan Truk 140 Juta

 

Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Waryono menjelaskan kepada awak media bahwa ,” Proyek Pembangunan Saluran Drainase ini ada dugaan korupsi dan pekerjaannya tidak sesuai dengan spek ,juga ada pihak-pihak yang terlibat yakni pemborong proyek dan timnya serta berdasarkan hasil temuan tim kami dilapangan ada kejanggalan, yaitu diduga

mengurangi volume dan diduga Tidak ada pengawas dari dinas serta, diduga tidak ada pelaksana proyek tersebut,” Ujarnya.

 

(Thoha)

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru