
SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Sungguh memilukan dan memalukan proyek pembangunan lapangan sepak bola di kelurahan Dalpenang sampang, sampai saat ini belum rampung hingga melewati batas kontrak.
Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp2,4 miliar ini menuai kritik keras dari LSM Barisan Independen Nusantara (BIN) karena dinilai memiliki kualitas pengerjaan yang buruk.
Dalam audiensi yang digelar pada Kamis (9/1), LSM BIN mendatangi kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang.
Audiensi tersebut bertujuan untuk mempertanyakan progres proyek, kendala yang dihadapi, serta buruknya kualitas pengerjaan, dengan membawa bukti berupa dokumentasi video dan foto kondisi awal lapangan.
Ketua LSM BIN, Arifin, menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh CV. Ika Mulya Cipta Mandiri tidak memenuhi standar, alias Gagal kontruksi, iya mengungkapkan adanya penggunaan material seperti rumput dan sirtu yang tidak sesuai spesifikasi, sehingga berdampak pada kualitas lapangan.
“Disporabudpar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) harus bertanggung jawab atas buruknya kualitas pekerjaan. Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya), kami mendesak agar proyek ini dibongkar. Jika tidak, kami akan melakukan aksi sebagai bentuk protes masyarakat terhadap buruknya pembangunan di Kabupaten Sampang,” tegas Arifin.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disporabudpar Sampang, Marnilem, menyampaikan apresiasi atas kritik yang disampaikan oleh LSM BIN. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan temuan ini sebagai bahan evaluasi.
“Kami akan menyampaikan masukan ini kepada pihak rekanan. Selama ini, laporan dari konsultan pengawas menyatakan pekerjaan berjalan baik. Namun, jika nanti ditemukan ketidaksesuaian dengan RAB, kami akan memanggil pihak rekanan untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Marnilem juga menyebutkan bahwa Disporabudpar telah bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk memastikan tidak ada kerugian negara dalam proyek tersebut.
LSM BIN berharap pemerintah lebih serius mengawasi pelaksanaan proyek agar kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang dapat sesuai dengan harapan masyarakat.
(Redaksi)







Komentar