
SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Ir. Suyono, mengimbau masyarakat pemelihara sapi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini melanda beberapa daerah.
“Harapan saya, peternak tidak usah panik menghadapi PMK, karena PMK ini tingkat kematiannya hanya 5 persen, masih kalah dengan Bovine Ephemeral Fever (BEF),” jelas Suyono dalam keterangannya Jum’at (10/01)
Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat dari masyarakat jika menemukan gejala PMK pada ternaknya. “Saya meminta kepada masyarakat agar segera melapor kepada petugas, supaya mereka bisa datang, memeriksa, dan memberikan pengobatan. Jika dibiarkan, penyakit ini bisa menular ke ternak lainnya,” tambahnya.
Menurut data terakhir hingga 7 Januari 2025, sebanyak 510 kasus PMK telah dilaporkan di Kabupaten Sampang. Dari jumlah tersebut, 256 ekor sapi dinyatakan sembuh setelah mendapatkan penanganan dari petugas.
Disperta KP terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gejala, pencegahan, dan pengobatan PMK. Penyakit ini dapat dikenali dari gejala seperti demam tinggi, lepuh di mulut, lidah, atau kuku, serta kesulitan berjalan pada ternak.
Untuk menekan penyebaran, Dinas mengimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta melapor jika menemukan gejala mencurigakan pada sapi mereka. Peternak juga diminta bekerja sama dengan petugas lapangan untuk memastikan penanganan yang tepat dan cepat.
“Kerja sama masyarakat sangat penting untuk mengendalikan wabah ini. Jangan ragu untuk melapor, karena penanganan dini sangat menentukan kesembuhan ternak,” tutup Suyono.
Dengan langkah-langkah ini, Disperta KP Sampang berharap wabah PMK dapat segera terkendali dan para peternak dapat kembali menjalankan aktivitasnya dengan tenang.








Komentar