Tokoh Masyarakat Geram! Polisi Sampang Dinilai Lemah Tangani Kasus Anak

- Redaksi

Senin, 20 Januari 2025 - 19:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Polres Sampang saat menggelar tradisi pedang pora untuk menyambut kedatangan AKBP Hartono S.Pd, MM sebagai Kapolres Sampang yang baru menggantikan AKBP Hendro Sukmono SH, S.IK, M.IK.

SAMPANG || ANGKAT BERITA – Kasus dugaan penculikan dan pemerkosaan anak di bawah umur, sebut saja Bunga, warga Omben Sampang, semakin mempertegas potret kelam penegakan hukum di wilayah ini.

Hingga kini, meskipun pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pihak kepolisian tampak hanya diam tanpa ada langkah nyata untuk memberikan keadilan bagi korban.

Bunga, yang baru berusia 14 tahun, diduga menjadi korban kebiadaban dua pria, MZ dan L, warga Karang Penang, pada 25 Oktober 2024. Korban disekap di rumah salah satu pelaku sebelum diperkosa secara tidak manusiawi, lalu dibuang begitu saja di wilayah Pamekasan.

Laporan kasus ini telah dibuat ke Polres Sampang pada 26 Oktober 2024 dengan nomor LP/B/213/X/2024/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWA TIMUR. Namun, laporan tersebut seolah hanya menjadi kertas kosong tanpa tindakan.

Baca Juga :  Hanya Satu DPO, Ibu Korban: "Anak Saya Diculik Dua Orang, Mana yang Satunya?"

Tiga bulan telah berlalu, dan apa yang diperlihatkan aparat hukum hanyalah keengganan dan ketidakseriusan untuk bertindak tegas. Ibu korban terus berharap agar keadilan segera ditegakkan.

“Saya berharap kepada Kapolres, supaya memberi keadilan bagi anak saya. Pelaku secepatnya ditangkap,” ucap ibu korban lirih.

Kasus ini telah merenggut tidak hanya keamanan fisik dan psikologis korban, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum. Dua Kapolres yang bertugas selama kasus ini berjalan gagal menunjukkan kemampuan atau keberanian untuk menuntaskan masalah ini.

“Tiga bulan berlalu tanpa hasil apa pun! Apa lagi yang mereka tunggu? Korban butuh keadilan, bukan dalih dan alasan basi!” seru Suja’i, tokoh Pemuda Omben, dengan nada penuh amarah pada Senin (20/01/25).

Baca Juga :  Dilaporkan ke Polda Jatim dan Polres Sumenep, Ucup Terancam Dipenjara

Menurut Suja’i, kelambanan pihak kepolisian bukan sekadar bentuk ketidakmampuan, tetapi mencerminkan kebobrokan sistem yang tidak berpihak pada rakyat.

“Apakah mereka benar-benar bekerja untuk rakyat, atau hanya asyik bersembunyi di balik meja birokrasi yang berbelit-belit? Kasus ini bukan sekadar ujian, tetapi tamparan keras bagi penegak hukum untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki nyali dan keberanian!”

Ia menegaskan, jika kasus ini tidak segera dituntaskan, bukan hanya korban yang kehilangan harapan, tetapi masyarakat luas akan semakin memandang kepolisian sebagai institusi yang tidak berfungsi dan lumpuh.

Hingga berita ini ditulis, Kasi Humas Polres Sampang, IPDA Andi Amin, tetap memilih bungkam tanpa memberikan tanggapan apa pun terkait perkembangan kasus ini. Sementara itu, keadilan untuk korban terus menjadi harapan yang semakin pudar.

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru