Tebang Pilih Sekda Sampang “Kasus Perselingkuhan Dinas Pendidikan Ngambang”

- Redaksi

Kamis, 23 Januari 2025 - 12:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang|| angkat berita – Aroma busuk kebijakan tebang pilih kembali menyengat di tubuh Pemerintah Kabupaten Sampang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang diduga sengaja mempercepat penanganan dugaan perselingkuhan seorang oknum Kabid Pemda, meski bukti yang ada sangat minim hanya bersandar pada kesaksian tanpa fakta yang solid.

Namun, ironisnya, kasus yang jauh lebih besar di tubuh Dinas Pendidikan, melibatkan  oknum Guru  diduga melakukan perselikuhan  dengan bukti lengkap, rekaman percakapan telepon yang mengungkapkan pembahasan pertemuan mereka, sudah melakukan hubungan intim (Perzinahan) dengan selingkuhannya tersebut di beberapa tempat, malah terkubur tanpa kepastian.

Langkah Sekda ini memunculkan spekulasi bahwa ada “permainan kotor” di balik kebijakan tersebut. Publik bertanya-tanya, apakah percepatan ini dilakukan untuk kepentingan pribadi atau tekanan dari pihak tertentu? Dan lebih parah lagi, apakah kasus besar yang menyentuh ranah Dinas Pendidikan sengaja dilindungi karena melibatkan “orang kuat”?

Rifa’i Laskar Pemberdayaan Masyarakat (Lasbandra), tak segan melontarkan kritik tajam terhadap tindakan ini.

Baca Juga :  PJ Kades Kodek Pasang Absensi Kehadiran Untuk Semua Perangkat Demi Optimalkan Pelayanan di Desa

“Ini jelas-jelas bentuk penghinaan terhadap keadilan dan akal sehat masyarakat Sampang,” ujar Rifa’i dengan nada berapi-api.

“Apa dasar Sekda begitu ngotot dengan kasus yang bahkan tidak punya bukti jelas, sementara kasus besar dengan bukti lengkap dibiarkan membusuk? Jangan-jangan ada transaksi gelap di balik layar!”

Lasbandra menilai tindakan Sekda bukan hanya mencerminkan ketidakadilan, tetapi juga mencoreng citra institusi pemerintahan di mata masyarakat.

“Sekda ini sedang mempermainkan kepercayaan rakyat. Jika kasus dengan bukti lengkap saja diabaikan, bagaimana masyarakat bisa yakin bahwa keadilan ditegakkan di Sampang?” kritik Rifa’i Rabu (22/01/25)

Lebih jauh, Rifa’i menyebut bahwa langkah ini tidak ubahnya penghinaan terhadap hukum. Mereka mempertanyakan apakah Pemkab Sampang sudah berubah menjadi panggung sandiwara di mana hanya kasus tertentu yang dilayani, tentunya dengan alasan yang tidak transparan.

“Kami minta Sekda segera menunjukkan keadilan dan transparansi. Jangan pikir masyarakat bodoh dan diam! Jika ini terus terjadi, kami siap  mengungkap semua borok yang ada.”

Baca Juga :  HOAX Isu Tudingan Campur Tangan Ketua DPRD Terkait P3K Paruh Waktu Dinkes Sampang.

Rifa’i juga mengancam akan membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi, baik secara hukum maupun politik.

“Jika Sekda tidak segera memperbaiki arah kebijakan dan menuntaskan semua kasus dengan adil, kami akan pastikan masalah ini sampai ke pemerintah pusat. Jangan sampai birokrasi Sampang berubah menjadi sarang tikus berdasi!” tutupnya

Sebelumnya diberitakan Skandal dugaan perselingkuhan yang melibatkan ASN berinisial MA, seorang guru PNS di Kecamatan Robatal, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan oleh suaminya, AE, yang juga seorang guru PNS di Kecamatan Kedungdung.

MA diduga menjalin hubungan gelap dengan seorang pria bernama Hanafi, warga Kecamatan Pangarengan.

Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang melalui surat bernomor 400.3.7.1/60/434.201.300.17/2024. Lima bulan yang lalu.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru