HOAX Isu Tudingan Campur Tangan Ketua DPRD Terkait P3K Paruh Waktu Dinkes Sampang.

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 19:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id– Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Rudi Kurniawan, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan miring yang menyeret namanya dalam dugaan intervensi pengangkatan tenaga P3K paruh waktu di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang.

Isu yang beredar luas di media sosial, terutama lewat unggahan akun TikTok bernama Hendry, menyebutkan bahwa Rudi ikut cawe-cawe dalam proses tersebut, namun, kabar itu langsung ditepis keras oleh politisi muda tersebut.

“Saya pastikan itu tidak benar, saya tidak pernah intervensi siapapun, apalagi Dinas Kesehatan. Video yang beredar menyebut nama saya saat audiensi, itu fitnah, tidak ada satupun orang yang pernah menghubungi saya soal P3K,” tegas Rudi, Selasa (23/09)

Baca Juga :  Bawa Puluhan Karton Arak Bali dari Pulau Dewata, Mobil Travel Dicegat Satreskrim Polres Sampang

Rudi menilai, tuduhan itu bukan sekedar kesalahan informasi, melainkan bentuk serangan opini yang bisa merusak marwah lembaga DPRD maupun dirinya secara pribadi.

“Saya sangat menyayangkan pernyataan pemilik akun itu, statement seperti itu bisa menyesatkan publik. Apalagi tidak didukung bukti, hanya sebatas tuduhan di media sosial,” imbuhnya.

Ia menekankan, sebagai Ketua DPRD dirinya konsisten menjaga fungsi pengawasan dan tidak pernah mencampuri urusan teknis pengangkatan pegawai. “Semua ada mekanisme, ada aturan. Jadi jangan asal lempar isu,” tandasnya.

Baca Juga :  Digerebek di Kamar Kos, Pria 50 Tahun di Blega Simpan 21 Paket Sabu Siap Edar

Munculnya isu ini memantik perhatian publik, sebab tuduhan intervensi rekrutmen P3K kerap menjadi bahan sensitif. Namun, tanpa bukti otentik, klaim yang dilontarkan di media sosial justru berpotensi menjadi hoaks yang mencederai iklim demokrasi dan merusak kepercayaan masyarakat.

Karena itu, Rudi mendorong aparat penegak hukum untuk turun tangan menelusuri motif dan kebenaran unggahan tersebut. “Kalau dibiarkan, fitnah semacam ini bisa menjadi preseden buruk, saya berharap pihak berwenang menindak agar tidak ada lagi orang sembarangan membuat tuduhan di ruang publik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru