Pembangunan Dermaga di Guluk Manjung Disoal, Warga Curiga Ada Manipulasi Anggaran 

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025 - 09:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep||ANGKAT BERITA  – Pembangunan dermaga di Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Proyek yang seharusnya sudah rampung pada 21 April 2025 itu hingga kini belum dilengkapi prasasti peresmian, memicu dugaan adanya kejanggalan serius.

Ketiadaan prasasti sebagai tanda formal penyelesaian proyek membuat warga menduga adanya potensi manipulasi anggaran atau ketidaksesuaian pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah desa.

Salah satu aktivis dari Duta FHP Law School, Moch Thoriqil Akmal B. SH, yang ditemui media di lokasi, menegaskan pentingnya transparansi dalam pembangunan tersebut.

Baca Juga :  Berkebun Satgas Yonif 521/DY Bantu Warga Membuka Lahan di Distrik Bolakme

“Pembangunan dermaga di Guluk Manjung harus dipertanyakan, Mas. Pekerjaannya sudah selesai, tapi prasasti sebagai bukti resmi belum ada sampai hari ini,” ungkap Thoriqil Akmal pada 21 April 2025 pukul 09.18 WIB.

Tak berhenti di situ, Thoriq—sapaan akrabnya—juga mengungkap adanya indikasi kejanggalan lain. Menurutnya, di lokasi yang sama, terdapat dua proyek pembangunan berdempetan: dermaga dan penebingan sungai. Ironisnya, keduanya sama-sama tidak dilengkapi prasasti.

“Ada dua program di situ Mas, pembangunan dermaga dan penebingan sungai, tapi keduanya juga tanpa prasasti. Informasinya, keduanya dibangun oleh pemerintah desa,” imbuh Thoriq.

Baca Juga :  Aparatur Desa Babakan Dinilai Abai, Korban Penganiayaan Nyaris Kehilangan Nyawa Tanpa Perlindungan

Lebih jauh lagi, Thoriq mengungkapkan dugaan yang beredar di masyarakat bahwa tanah urukan yang digunakan dalam proyek tersebut berasal dari lahan milik kepala desa sendiri, yang letaknya persis di sebelah lokasi proyek.

“Terlihat ada indikasi monopoli anggaran dalam proyek ini, Mas,” tegasnya.

Situasi ini tentu memperkuat kecurigaan publik akan adanya penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan dana pembangunan desa. Warga kini mendesak adanya audit menyeluruh dan keterbukaan informasi dari pemerintah desa untuk memastikan kejelasan penggunaan anggaran yang telah digelontorkan.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru