
Sumenep||angkatberita -Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep pada Selasa (14/05/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka menuntut penghapusan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada petani serta menuntut keterbukaan data dari pihak dinas.
Halili, koordinator lapangan aksi, dalam orasinya menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan yang tidak pro terhadap kesejahteraan petani. Ia menegaskan bahwa Dinas Pertanian harus segera membuka data mengenai jumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
“Dinas Pertanian harus transparan. Kami ingin tahu berapa kelompok tani yang terdaftar dan berapa jumlah kebutuhan RDKK tiap tahun. Jangan sampai ada kelompok tani fiktif dan program yang tidak tepat sasaran,” tegas Halili.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki luas lahan pertanian mencapai 131.308 hektare, terdiri dari 27.283 hektare lahan sawah dan 104.025 hektare non-sawah. Menurutnya, potensi lahan tersebut semestinya cukup untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, sebagaimana visi pemerintah pusat.
“Lahan seluas ini seharusnya menjadi kekuatan bagi Sumenep untuk mandiri secara pangan. Tapi kenyataannya, tak ada dampak signifikan bagi petani. Apakah anggaran hanya dijadikan formalitas program tanpa memperhatikan dampak nyatanya?” kritiknya.
Halili juga menyampaikan kekecewaannya karena Kepala Dinas Pertanian tidak hadir secara langsung menemui massa aksi, melainkan hanya mengirimkan perwakilan. Ia menganggap hal ini sebagai bentuk ketidakseriusan dalam merespons tuntutan.
“Kami akan kembali turun aksi dengan massa yang lebih besar jika Dinas Pertanian tak mampu menjelaskan secara terbuka dan rinci apa saja kebijakan yang telah mereka ambil,” pungkas Halili.(asm)







Komentar