DPRD Komisi IV dan Dinkes Sampang Dinilai Lalai, Puskesmas Mandangin Jadi Korban

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 22:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Dugaan kelalaian dalam pengawasan proyek kembali mencoreng wajah DPRD Komisi IV dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang.

Pasalnya Puskesmas Pulau Mandangin, yang baru saja rampung dibangun dengan anggaran fantastis sebesar Rp6.331.275.000,00, kini menuai kecaman setelah atap bangunan diketahui bocor dimna mana, hanya beberapa waktu setelah difungsikan.

Kondisi tersebut pertama kali diungkap oleh Kepala Puskesmas Mandangin, drg. Rina, saat bermalam di lokasi puskesmas pada Senin (19/05).

“Saya benar-benar kecewa. Bangunan baru, tapi atapnya sudah bocor. Ini sangat tidak wajar,” ungkapnya .

Baca Juga :  Ketika Slogan "Bismillah Melayani" Hanya Nampang di Tembok Puskesmas

Proyek ini dilaksanakan oleh CV ANDIEN, perusahaan konstruksi yang beralamat di Jl. Kusuma Bangsa No.11, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang. Sejak awal, pelaksanaan proyek ini diduga penuh dengan kelalaian teknis, namun tetap dilanjutkan tanpa ada tindakan tegas dari pihak yang bertanggung jawab.

Sorotan tajam pun datang dari aktivis LKPK H. Suja’i. “Ini proyek layak diberi predikat MURI sebagai proyek tercepat bocor sepanjang sejarah, belum genap berfungsi, sudah rusak.

Kami mendesak DPRD Komisi IV dan Dinas Kesehatan Sampang untuk tidak hanya minta maaf, tapi bertanggung jawab penuh dan segera blacklist pelaksana proyek,” tegas salah satu aktivis yang selama ini memantau jalannya pembangunan.

Baca Juga :  Lagi-Lagi Petugas Damkar Sumenep Dapat Apresiasi: Sigap, Cepat, dan Jadi Kebanggaan Warga

Ia juga menambahkan, “Jika DPRD dan Dinkes tidak sanggup mengawasi proyek bernilai miliaran, lambaikan tangan saja, Jangan main-main dengan fasilitas publik, apalagi yang menyangkut layanan kesehatan.”

Masyarakat kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar klarifikasi, uang rakyat bukan untuk membiayai bangunan asal jadi, skandal ini menjadi preseden buruk dalam sejarah pembangunan fasilitas kesehatan di Kabupaten Sampang.

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru