
Sumenep||angkatberita-Jalan di Dusun Gelugur Tengah, Desa Gelugur rusak parah. Akibatnya, jalan yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep itu dikeluhkan warga.
Apalagi saat musim hujan, jalan itu berubah menjadi kubangan berlumpur, hingga menyulitkan aktivitas warga, termasuk anak sekolah dan para petani yang melintas di jalan itu.
Informasi yang di terima angkat berita, jalan tersebut belum pernah diperbaiki selama satu dekade. Meskipun telah terjadi pergantian roda kepemimpinan desa, dari kepala desa sebelumnya ke Penjabat (Pj) Kades saat ini.
“Sudah puluhan tahun jalan ini rusak parah, tapi sampai sekarang belum ada perhatian serius dari pemerintah desa. Padahal, jalan di dusun lain sudah banyak yang dibenahi,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (6/6/2025).
Menanggapi keluhan warga, aktivis anti korupsi yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja, Tolak Amir, meninjau langsung lokasi dan membenarkan kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat.
“Berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, kondisi jalan memang tidak layak sama sekali dan sangat memerlukan perhatian pemerintah desa,” kata Amir.
Ia juga menyoroti besarnya Dana Desa (DD) yang dikucurkan untuk Desa Gelugur, yakni sebesar Rp 707.113.000 pada tahun 2023 dan meningkat menjadi Rp 967.075.000 pada tahun 2024.
“Dengan besaran anggaran tersebut, kami berharap pemerintah desa dapat lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan yang menjadi akses vital warga,” ujarnya.(asm)







Komentar