Proyek Cor Beton Desa Tragih Diduga Menyimpang, Tak Ada Papan Nama Kegiatan

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Proyek pengecoran jalan di Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, kembali menjadi sorotan.

Selain diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek) dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), proyek ini juga tidak dilengkapi dengan papan nama kegiatan, yang seharusnya menjadi kewajiban demi transparansi penggunaan anggaran publik.

Pekerjaan pengecoran yang membentang di antara Dusun Darbing dan Dusun Gilpanggil ini dipertanyakan kualitasnya, pantauan lapangan menunjukkan bahwa batu dasar proyek terlalu tebal dan meninggi di bagian tengah, menyebabkan lapisan cor beton di atasnya menjadi tipis dan berpotensi cepat rusak.

Baca Juga :  Konsultan Pengawas Disorot, Pemasangan Wermes Tak Merata di Proyek Jalan Karang Penang Onjur-Bulmated

“Batu-batunya ditumpuk terlalu tinggi. Akibatnya cor di atasnya sangat tipis, ini jelas tidak sesuai standar,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya. Jumat (25/07)

Warga menduga proyek ini sengaja dilakukan tidak sesuai RAB untuk menekan biaya dengan mengurangi volume material, ketiadaan papan informasi proyek semakin memperkuat dugaan bahwa pekerjaan ini dilakukan tanpa keterbukaan dan pengawasan yang memadai.

Baca Juga :  Tranparansi Recruitment Satgas ABM PDAM Indramayu 

“Tidak ada papan nama, jita tidak tahu anggarannya dari mana, berapa nilainya, dan siapa pelaksananya,” tambah warga lainnya.

Warga meminta inspektorat dan aparat penegak hukum segera turun tangan memeriksa proyek tersebut agar tidak ada penyalahgunaan anggaran dan kualitas pembangunan tidak dikorbankan.

Hingga berita ini diturunkan, Penjabat (PJ) Kepala Desa Tragih, Mat Niri, belum memberikan keterangan meski telah dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Pesan dan panggilan wartawan melalui telepon dan WhatsApp tidak direspon.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru