Sumenep||angkatberita – Memasuki usia pengabdian ke-80, Polres Sumenep memilih merayakan Hari Bhayangkara dengan cara yang berbeda. Bukan di gedung atau lapangan upacara, melainkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dusun Tanonggul, Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, bersama para pemulung yang setiap hari bekerja di tengah tumpukan sampah. Jumat (19/6/2026).
Kegiatan bakti sosial itu dipimpin langsung Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., didampingi jajaran pejabat utama Polres. Kehadiran langsung pimpinan menjadi simbol bahwa peringatan Hari Bhayangkara tahun ini dimaknai sebagai momentum kepedulian, bukan sekadar seremoni.
Satu per satu paket bantuan sosial diserahkan kepada para pemulung. Mereka adalah kelompok yang luput dari sorotan, namun berperan penting dalam rantai daur ulang di Sumenep. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan harian sekaligus menegaskan bahwa Polri hadir hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
AKBP Anang Hardiyanto menegaskan, kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian humanis.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar AKBP Anang.
Para pemulung menyambut hangat kedatangan rombongan. Ucapan terima kasih dan senyum merekah mewarnai suasana di tengah terik TPA, menjadi potret kedekatan yang jarang terlihat antara aparat dan warga.
Bakti sosial berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Bagi Polres Sumenep, memilih TPA Tanonggul sebagai lokasi perayaan adalah pesan tegas, 80 tahun mengabdi berarti 80 tahun untuk terus melayani, melindungi, dan mengayomi, termasuk mereka yang bekerja di tempat yang sering dilupakan.

Komentar