Breaking News

Warning Keras! Sunan ‘Bidik’: HDDAP DKPP Sumenep Tak Boleh Lagi Jadi Proyek Asal Lapor

Sunan: 'Pasang Badan' Kawal HDDAP, Stop Pola Asal Cair! Sunan: 'Pasang Badan' Kawal HDDAP, Stop Pola Asal Cair!

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•90 tayangan

 

Sumenep||angkatberita – Muak dengan sederet program dinas yang menyedot anggaran tapi nol hasil di lapangan, Sunan selaku Sekjen Bidik angkat bicara. Tanpa basa-basi, ia menyatakan siap turun langsung mengawal dan membongkar setiap celah Horticulture Development in Dryland Areas Project milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (HDDAP DKPP) Sumenep.

Program kucuran Kementerian pusat ke daerah ini tak boleh lagi jadi ladang proyek gagal. “Track record DKPP Sumenep sebelumnya sudah kami bedah. Banyak yang mangkrak. Kali ini tidak ada toleransi,” tegas Sunan, Senin (20/4/2026).

Sunan menyebut pengawalan ini bukan seremonial. Targetnya jelas: membunuh pola kerja dinas yang hanya mengejar serapan anggaran dan laporan administrasi.

“Stop buang-buang uang rakyat. Prinsip kami satu: dikerjakan harus berhasil, harus bermanfaat. Kalau cuma habis di kertas dan foto dokumentasi, lebih baik anggarannya dikembalikan ke negara,” sentilnya.

Pengawasan Bidik akan menyasar hulu ke hilir. Mulai dari perencanaan di atas meja, pemilihan lokasi dan kualitas bibit di lapangan, sampai keberlanjutan program setelah seremonial selesai. Tidak ada ruang untuk main mata.

Sunan memberi warning keras jika ditemukan indikasi mark-up, fiktif, bibit tak sesuai spek, atau proyek “siluman”, ia dan tim tak akan kompromi.

“Data kami lengkap. Kalau ada bau korupsi, hari itu juga kami antar ke APH. Kami di sini bukan jadi benalu yang menghambat. Kami kontrol agar dinas kerja profesional. Masyarakat berhak dapat hasil, bukan dapat cerita kegagalan,” tandasnya.

Dengan “mata elang” dari masyarakat sipil ini, DKPP Sumenep diharapkan tak lagi main-main. Setiap rupiah APBN/APBD harus jadi produktivitas petani, bukan jadi temuan BPK.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer