Breaking News

Unik! Bagi Brosur Ops Patuh 2026 di Sumenep Dibonusin Beng-Beng

Yusuf Clasico - Penulis
2 menit baca•90 tayangan
Anggota Satlantas Polresta Sumenep memberikan brosur imbauan Operasi Patuh Semeru 2026 disertai jajanan Beng-Beng kepada seorang pengendara sepeda motor di Simpang 4 Lampu Merah Monumen Kota Sumenep

SUMENEP (ANGKATBERITA) – Ada yang unik dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 di wilayah hukum Polresta Sumenep. Jika biasanya operasi identik dengan penindakan, kali ini jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sumenep justru tampil humanis dengan membagikan brosur imbauan tertib lalu lintas yang dibonusin jajanan Beng-Beng kepada setiap pengendara.

Kegiatan simpatik tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Sumenep, Kompol Eko Aprianto, S.I.K., M.H., pada Kamis (29/10/2026) pagi, bertempat di Simpang 4 Lampu Merah Monumen Kota Sumenep.

Terlihat anggota jajaran Satlantas Polresta Sumenep di antaranya Polwan Novi, Polwan Savira, serta  Aldi dan anggota lainnya dengan ramah memberhentikan pengendara sepeda motor, bukan untuk ditilang, melainkan untuk diedukasi.

Satu per satu pengendara diberikan brosur berisi 8 sasaran prioritas pelanggaran dalam Ops Patuh 2026, mulai dari tidak memakai helm SNI, melawan arus, hingga penggunaan HP saat berkendara. Uniknya, setiap brosur yang dibagikan disertai satu buah snack Beng-Beng.

Kasat Lantas Polresta Sumenep Kompol Eko Aprianto mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya preemtif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, bukan semata-mata penegakan hukum.

“Kami ingin mengubah mindset bahwa Operasi Patuh itu menakutkan. Melalui cara humanis seperti ini, kami berharap pesan keselamatan bisa lebih diterima masyarakat. Tertib berlalu lintas adalah budaya, tujuannya satu, guna terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Sumenep,” ujar Kompol Eko Aprianto.

Para pengendara yang menerima brosur pun tampak tersenyum dan antusias. Seperti terlihat dalam foto, seorang pengendara dengan helm kuning tampak semringah saat menerima brosur dan Beng-Beng dari petugas.

Diharapkan dengan pendekatan yang simpatik, humanis, dan edukatif ini, angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep dapat terus menurun selama dan pasca Ops Patuh 2026, terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer